Festival sekolah sudah resmi dibuka semua menikmati
acara dengan perasaan senang, dibuka dengan pemotongan pita di depan panggung
oleh kepala sekolah sebagai simbolis. Suara gemuruh tepuk tangan dan sorak
sorai sangat jelas tedengar, semuanya menikmati. Banyak acara hari itu, ada
acara musik, drama muskal, menari/dance juga stand-stand makanan. Tentu fumie
tidak mau melewatkan setiap acara yang ada, ia merasa harus menikmati semuanya
hari ini diacara sekolah. Saya sedang asik berfoto dengan yang lainnya, fumie
hanya melihat dari kejauhan ia bingung saat Saya membaur dengan oranglain
bagaikan ada dinding yang memisahkan dirinya dengan sahabatnya itu, fumie
terlalu bingung untuk memulai sebuah percakapan dengan orang baru. Fumie asik
dengan minumannya, minuman coklat kesukaannya. Ia berjalan sendiri menuju stand
lain sambil melihat-lihat, saya menyusul dibelakang. Saya bersuara karena
melihat seseorang berjalan dari arah yang berlawanan membuat fumie menoleh
kearahnya tapi Saya justru menyuruh fumie melihat ke arah depan. Tanpa fumie
sadari ia sudah berjalan secepat itu dan sedekat itu dengan dirinya.
“Hai, wah ada minuman boleh minta?” ucapnya. Fumie
hanya mengikuti kata-kata itu dan memberikan minuman ditangannya. Lalu serasa
waktu berhenti sebentar, saat izumi mengembalikan minuman itu baru fumie
teradar.
“Ahh
minumannya?” fumie terlihat bingung.
“Hehe aku cuma bercanda kok tadi, yaudah duluan ya” jawabnya.
Fumie hanya menganggukan kepalanya.
Orang itu kembali berjalan meninggalkan fumie
sendiri, ada yang ingin fumie katakan tapi tidak tersampaikan. Ia memandang
minuman tadi, kenapa Izumi bersikap ramah kepadanya? Apa memang ia selalu
bersikap begitu ke oranglain? Atau ini cuma perasaan ‘berlebihan’ sepihak yang
dirasakan fumie. Di tempat yang berbeda, teman-teman Izumi bingung kenapa
setelah kembali izumi bertingkah aneh, ia tersenyum sendiri dan sesekali
bergumam sesuatu.
“Gimana.. kalian cuma ngomongin minuman?” bahas Saya
“Kamu
denger?” fumie setengah berteriak kaget
“Iyalah.. kan aku disamping kamu… atau..
jangan-jangan kamu gak sadar” saya terlihat muram
“Iya
dia cuma nyapa tapi kenapa dia harus senyum”
“Mungkin karena dia senang bertemu fumie.. atau dia
hanya memberi senyuman? Tapi tadi sepertinya dia tulus”
Setelah
obrolan itu fumie dan saya kembali berkumpul dengan teman sekelas mereka,
festival hari ini sangat meriah. Selain dihadiri oleh siswa-siswi nya banyak
juga murid dari sekolah lain yang datang, semua menikmatinya. Banyak perlombanan,
stand yang menjual berbagai macam makanan dan masih banyak lagi. Bahkan ada
live music juga drama yang membuat acara hari itu semakin menarik. Fumie
menghampiri semua stand yang ada, ia mencicipi semua makanan yang ia suka
sembari melihat ke langit, matahari bersinar dengan cerahnya membuat fumie iri,
mengapa cahaya begitu menyilaukan walaupun matahari indah tetapi matahari
sangatlah jauh dan tidak bisa dilihat dengan jelas oleh mata. Sebuah perasaan
kecewa terlintas, belakangan ini fumie menjadi pribadi yang murung, ia pun
merasakannya. Semenjak jauh dari Izumi, dirinya mulai menjadi pendiam seperti
dulu, padahal saat mengobrol dengan izumi ia bisa menjadi diri sendiri, dapat
menceritakan apa saja dan dengan izumi mendengarkan ceritanya saja sudah membuat
fumie senang. Tiba-tiba rintik hujan turun. Disaat seperti ini pikir fumie, ia
berteduh di sebuah stand fhotobox. Semua yang ada di lapangan juga melakukan
hal yang sama, untung saja standnya cukup besar sehingga dapat menampung orang
banyak, panggung pun sudah di antisipasi agar tidak basah dengan atap. Sebagian
berteduh di bagian-bagian sekolah. Fumie menundukkan kepalanya, sambil melihat
rintikan hujan itu. Sangat mudah hari cerah berubah menjadi mendung dan hujan,
tidak bahkan tadi tidak mendung. Terkadang hujan turun tanpa sebuah peringatan.
Semua yang berteduh di stand saling mengobrol satu sama lain, hanya fumie yang
sendirian. Ia memilih mengambil earphone nya dan mendengarkan lagu sambil
menunggu hujan mereda. Ia kembali menatap langit, tidak terlalu gelap hanya
saja matahari terlindung oleh awan. Fumie menunggu matahari itu muncul lagi.
Lalu sebuah hal muncul dikepalanya seperti sebuah petunjuk. Walaupun fumie
tidak tahan dengan silaunya matahari tapi ia selalu mencoba melihat matahari
dengan matanya sendiri, sama seperti ia menyukai Izumi, walau susah dan bingung
harus berbuat apa, fumie selalu melihat ke arah izumi dan terkadang hal itu
dapat membuat fumie bersemangat kembali sama seperti sinar matahari yang dapat
memberikan energi bagi dirinya. Hujan bisa tiba-tiba datang tanpa peringatan,
walau tidak mendung. Kesedihan dan kekecewaan bisa saja datang tanpa fumie tahu
, walau ia belum menyiapkan diri untuk hal itu. Matahari yang tersembunyi oleh
awan saat hujan turun. Fumie tercengang, kenapa ia baru menyadari hal itu
betapa izumi sangat berarti baginya.
“Ahh langitnya sudah cerah kembali” ucap salah satu
yang berada di stand. Fumie mendengarnya samar-samar. Ia memasukkan earphone
nya kembali dan tersenyum.
“Matahari
sudah kembali” ucapnya.
“Fumie….” Panggil seseorang.
Fumie
menoleh ke arah suara. ‘”Ahh izumi, ada apa?”
“Tadi saya mencari kamu saat tidak sengaja bertemu
aku” jawab Izumi.
Fumie hanya tersenyum, ia yakin itu hanya akal-akal
an sahabatnya saja.
“Stand
photobox. Kamu mau fhoto?” Tanya izumi lagi.
“Bahkan aku tidak tau ini stand apa, tadi cuma nyari
tempat untuk berteduh” Fumie tertawa.
“Gimana
kalo kita fhoto, bisa diskon lo aku kenal sama yang mengurus stand ini…” ucap
izumi memanggakan diri.
Dibanding harus bilang iya atau tidak, fumie lebih
memilih berteriak dulu dalam hati. Kenapa hal ini bisa terjadi, izumi sendiri
yang mengajaknya berfhoto.
“Ayo
jangan melamun aja ntar diskonnya hangus”
Fumie menyadari satu hal, walaupun ia sangat
menyukai dengan sinar matahari, hujan pasti akan tiba. Walaupun ia sangat
menyukai izumi, kesedihan pasti akan menghampiri tanpa ada peringatan
sekalipun. Dan fumie sudah menemukan matahari yang bisa ia lihat dengan jelas
tidak se menyilaukan matahari yang selama ia kagumi. Matahari nya ini bisa ia
lihat dengan jelas, sekarang Izumi lah matahari milik Fumie.
Festival pun kembali berlanjut saat hujan berhenti,
dan semua orang kembali menikmati acara seperti sebelumnya, karena saat hujan
turun pasti matahari akan kembali muncul dan bersinar kembali.


0 komentar:
Posting Komentar