Kamis, 11 Juni 2015

CANGGUNG

Diposting oleh Vina Rizky di 17.31


Sudah banyak waktu berlalu sejak liburan akhir semester. Waktu untuk istirahat setelah menguras pikiran untuk belajar disekolah. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dirumah atau diluar rumah selama liburan, yang paling sering dilakukan tentu berlibur bersama keluarga besar atau bisa juga sekedar berjalan-jalan. Semua sudah dilakukan Rona untuk mengisi 3 minggu liburnya, berjalan dengan keluarganya, keluar dengan teman-teman, membantu mama memasak atau membantu ayahnya mengus taman, menemani kakak nya memilih aksesoris otomatif. Bahkan membantu meringankan pekerjaan Mbok Ijah, bibi dirumahnya. Hanya satu yang tidak. Yaitu membantu Pak Ahmad, supir keluarganya. Rona tidak bisa menyetir mobil dan tentu belum memiliki SIM.  Gadis berlesung pipit itu hanya berdiam diri di kamar sambil memeluk boneka kesayangannya. Saat handphone nya berbunyi, ia terpaksa bangun meraih dan membaca pesan itu.
“Yang lain hari ini berencana ke festival. Kamu ikut?” pesan yang dikirim oleh sahabatnya, Naomi. Rona berpikir sejenak dan mengetik lalu mengirimnya. Saat pesan Naomi kembali masuk ia kaget bahwa Naomi sudah menuju rumahnya.
Saat rona baru selesai mandi dan ingin mengganti bajunya, pintu kamarnya diketuk dari luar.
            “Rona.. kamu sudah siap ini Naomi udah jemput kamu” ucap sang Mama.
“Iya ma ini juga siap-siap suruh Naominya tunggu dulu di ruang tamu” jawab Rona.
            “Ron.. jangan lama-lama ya. Haha” suara Naomi terdengar mendengung di telinga Rona.
“Heii jangan panggil aku begitu….” Teriak Rona.
Rona memasukkan barang yang ia perlukan ke dalam tas selempangnya. Ia ikut pergi karena sudah bingung harus melakukan apa lagi untuk membunuh rasa bosannya. Mungkin ikut ajakan Naomi akan sedikit menghiburnya di akhir masa liburan ini. Saat rona menuruni tangga ia melihat Naomi dan kakaknya sibuk membicarakan model motor sport baru, rona yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka saja tidak menemukan dimana terdapat hal seru dan Naomi, sahabatnya itu malah terlihat exitied didepan kakanya.
            “Naomi ayo, katanya tadi jangan lama” ajak Rona
“Ah rona udah siap, ehmm yaudah kak Rendra aku sama Rona pergi dulu ya entar kita sambung lagi” ucap Naomi
            “Rona,jadi anak manis ya jangan ngerepotin Naomi” ucap Rendra sambil mengelus kepala adiknya. Tentu Rona langsung menepis tangan sang kakak. Naomi hanya tertawa melihat pemandangan itu.
“Jadi sebenarnya kita mau kemana sih Nao? Aku asal ikut aja daripada kebosanan dirumah. Rasanya 3 minggu libur kelamaan…” ucap Rona sedikit kesal.
            “Yaudah lah ikut aja kamu pasti seneng kok siapa tau ada Ken” balas Naomi.
“Bentar, kok Ken? Emang ini acara kelas? Kok bisa ada dia?” Rona mencoba meluruskan.
            “Kan tadi aku bilang yang lain hari ini ke acara festival. Hmm mungkin dia ada juga” Naomi menyusun kalimatnya.
“Lalu haruskah aku juga pergi? Mending bosan dirumah deh.. kamu gimana sih apalagi kalo ada dia ya ampun Naomi waktu 3 minggu gak ada gunanya kan kalo akhirnya ketemu dia juga” Rona terlihat frustasi.
            “Bukannya cepat atau lambat kalian juga bakal ketemu ya? 2 hari lagi kita masuk loh lagipula kita satu sekolah bahkan sekelas..” Naomi terlihat ragu melanjutkan kalimatnya.
“Makanya aku bilang.. waktu 3 minggu jadi sia-sia..” Rona menahan rasa kesalnya, ia tau ini bukan salah Naomi hanya saja ia belum siap bertemu Ken lagi.
*flashback*
            Pulang sekolah setelah hari terakhir ulangan, kelas Rona makan bersama. Hampir seluruh murid datang, walau ada yang berhalangan datang. Rona membaca lagi pesan yang ia dapat dari ken. teman sekelasnya yang tidak terlalu dekat dengannya tapi sesekali mreka mengobrol tentang kesukaan mereka yang sama. Rona hanya sesekali menyapanya saat di kelas, kecuali suasana kelas tidak terlalu ramai ia mencoba memberanikan diri mengajak Ken bicara. Ia tahu ken selalu membalas sapaannya, selalu mau ia ajak bicara dan selalu baik padanya. Tapi Rona selalu ragu saat ingin mencoba mengakrabkan diri lagi, hanya takut melakukan kesalahan. Rona tidak ingin terlihat seperti menganggu Ken. Rona menyukainya. Itulah sebabnya rona terus menjaga jarak, ia tidak perasaannya terbaca karna tanpa oranglain tau, rona selalu tersenyum saat ada Ken atau setelah berbicara dengannya. Terasa degupan dihatinya saat Ken yang lebih dulu mengajaknya bicara, apalagi saat ken mengiriminya pesan. Apa saja. Membicakan tugas atau hobi mereka yang kebetulan sama. Tapi rasanya Rona melakukan satu hal. Hari itu ia sangat khawatir dengan ken karna tiba-tiba saja ia pulang setelah istirahat pertama. Sampai rumah pun rona masih khawatir. Memberanikan diri Rona mengiriminya pesan saat Ken membalasnya dan brtanya ada apa. Sedikit rasa was-was yang dirasakan Rona tadi memudar. Ia tau bahkan Ken baik-baik saja. Awalanya Rona tidak ingin membalasnya tapi karena itu tidak sopan ia pun mengatakan tidak apa-apa hanya kebetulan ia mengingat Ken. tapi tidak ada balasan lagi. Rona merasa bingung saat harus bertemu Ken lagi. Hari itu pun ternyata Ken tidak ada, setelah jam ulangan selesai ia sudah tidak berada disekolah lagi. Dan sampai pada waktunya liburan, rona bertekad selama liburan ia harus bisa berhenti memikirkan Ken. waktu liburan cukup untuknya melupakan lelaki itu, karena tidak bertemu dalam waktu yang lama ia yakin bisa melupakan Ken.
“Rona.. ronaaaa kita udah sampai” teriak Naomi membuat lamunan Rona pudar.
            “Sudah sampai? Loh inikan taman deket rumah kamu.,. acaranya disini?” Tanya Rona.
“Ia memangnya kenapa? Kamu kecewa karna tempatnya deket?” Tanya balik Naomi.
            “Bukan gitu, maksudku.. inikan taman daerah komplek rumah kamu tapi kamu malah mau repot-repot jemput kerumah ku dulu.. ohh makasih yaa Nao..” Rona memeluk sahabatnya itu.
“Memang terdengar konyol sih aku udah dandan  padahal tempatnya cuma perlu waktu 5 menit dari rumah dan bodohnya lagi aku harus kerumah temen yang jaraknya itu lumayan lah 20 menit kalo naik mobil buat ngajak dia ke acara festival yang kalau dari rumahku cuma 5 menit. Astaga kita pasangan bodoh Rona….” Naomi terlihat sok frustasi untuk mendramatisir keadaan.
            “Ahh sekali lagi makasih yaa kamu memang teman terbaikku. Oh iya pak Romi makasih juga ya udah mau repot-repot jemput Rona buat ke taman. Maaf kami konyol pak..” ucap Rona.
“Ah non Rona ini kaya ama siapa aja… toh non Rona dan non Naomi sudah berteman sejak kecil” jawab supir keluarga Naomi itu.
Saat Naomi kembali ke mobil untuk mengambil tasnya, Rona melihat punggung seseorang. Terlalu mirip dengan Ken, perasaannya tidak enak, haruskah semua berakhir hari ini. Saat Naomi kembali, mereka pun masuk ke taman. Entah ada acara apa hari itu festival dirayakan. Banyak orang berjualan makanan juga bazaar dan live music. Naomi yang tinggal di daerah situ aja tidak tau menau kalau tidak dihubungi ketua kelas mereka yang terkenal otaku. Dia selalu menghabiskan waktu senggang setelah belajarnya dengan menonton anime,membaca komik atau manga online. Tapi yang harus disalutkan adalah walaupun ketua kelas adalah seorang otaku ia masih sempat belajar dan mendapat nilai akademik serta non akademik yang baik. Saat dirumah pun setelah belajar ia masih sempat mendownload anime series favoritnya juga mengumpulkan action figure. Sungguh pas dengan kacamata yang ia pakai. Naomi menunggu yang lain datang selagi Rona membeli minuman. Terlalu banyak yang mengantri membuat Rona tidak sengaja menabrak badan seseorang saat orang itu berbalik dan ingin keluar dari antrian. Saat itu gantungan HP yang Rona pegang terjatuh membuatnya harus menunduk saat mengucapkan maaf pada seseorang yang ia tabrak. Saat rona mencari orang itu, ia sudah pergi. Rona kembali membawa minumannya dan Naomi. Ia mendengar ketua kelas sedang berbicara.
“Naomi.. kenapa kamu gak bilang sih ada festival disini kalau tau dari awalkan aku tidak susah mencari lokasinya. Ada bazaar komik lumayan” ucap Hagi, ketua kelas.
            “Ahh ketua kelas terlalu bersemangat” ucap yang lain.
“Setidaknya kan kalian sudah ada disini bagaimana kalau pulangnya mampir ke rumah ku dulu. Tidak jauh kok cukup jalan kaki pun hanya membutuhkan waktu 5 menit” ajak Naomi.
            “Memangnya banyak makanan?” Tanya Reni yang membuat Naomi langsung mencubit pipi tembem nya.
Rona melihat itu dari jauh dan segera mendekat tanpa disadari temannya yang lain, saat Rona melangkahkan kakinya lagi selangkah tatapannya bertemu seseorang. Seseorang yang duduk di bangku panjang di bawah pohon tepat dibelakang tempat teman-temannya berkumpul. Rona terdiam sesaat, orang itu memberikan senyuman terbaiknya.
“Hei rona… ucapnya.
            “Ahhh rona, makasih udah mau beliin aku minuman ya..” Naomi langsung merangkul Rona agar situasi canggung tadi berhenti.
“Baiklah karena kita semua sudah berkumpul ayo kita menikmati acara hari ini baru pulangnya kerumah Naomi.” Ucap hagi yang diiyakan oleh anak lain.
            Rona masih dalam rangkulan Naomi, ia tau jelas sahabatnya itu kaget tiba-tiba bertemu Ken tapi bagaimanapun juga ia tidak ingin melihat Rona membohongi perasaannya karena alasan tertentu. Mereka berjalan di barisan paling belakanh, Naomi memberi semangat dengan mengatakan bahwa semua akan berjalan baik hari ini. Rona menganggukkan kepalanya karena tidak ingin melihat Naomi khawatir. Sedangkan Ken, ia hanya terkejut melihat gantungan milik Rona sama persis dengan miliknya hanya beda warna, ia kembali mengingat kejadian dulu saat ia merasa perasaan Rona terhadapnya. Tapi Ken terlalu gengsi untuk mengakuinya, ia tahu Rona seperti member batasan antara dirinya dengan Ken tanpa alasan yang jelas Ken menganggap hal itu karena Rona tidak suka bergaul dengan dirinya. Tapi terkadang Rona bisa seperti sangat perhatian kepadanya, Ken tau dengan jelas saat ia mendapat kesulitan kenyataannya Rona lah yang menjadi orang pertama yang berniat membantunya walau dengan cara yang beragam pada akhirnya Rona lah yang membantu Ken, karna Ken tau gadis itu berniat membantunya hanya saja ia tidak bisa secara terang-terangan menyampaikan maksudnya. Ken yang mengerti mengambil inisiatif terlebih dulu sampai akhirnya Rona brhasil membantunya. Hanya saja ken ragu, terkadang ia merasa gadis itu menjauh dan tak acuh lalu terkadang lagi ia melihat gadis itu sangat memperhatikannya dan ingin selalu membantunya.
“Hmm gimana kalo kita bagi kelompok? Satu kelompok 4 orang terus kita berpencar. Tujuannya kita harus memasuki semua bazar dan melihat kegiatan yang ada di sini, hmm jangan lupa juga mencicipi makanan yang ada. Dan sebagai bukti harus ada fotonya” usul Tami, wakil ketua kelas.
            “Wahh benar juga Tam, supaya seru ya, lalu kelompok yang paling heboh diizinkan untuk berada dipanggung melakukan apapun” tambah ketua kelas.
“Kenapa hadiahnya tidak makanan gratis saja sih ketua?” protes Reni.
            “Ahhh sudahlah ren kamu udah sejahtera gitu masa mau tambah porsi makan lagi” tambah Naomi diiringi tawa yang lain.
“Jadi karna yang hadir hari ini ada 20 orang, kita bagi jadi 5 kelompok. Silahkan cari anggotanya masing-masing” ucap Tami.
            “Ken, kita harus satu kelompok oke” Hagi langsung menarik tangan ken. dan juga Naomi kita harus sekelompok karena kamu yang paling tau daerah ini.
“Ehmmm kamu gak papa kalau misalnya kita sekelompok sama Ken, maaf Rona aku gak bermaksud buat kamu sulit..” Naomi terlihat menyesal.
            “Gak papa kok siapa tau kamu bisa cinlok sama ketua kelas hihihi” Rona mencoba menghibur.
“Rona kamu jangan asal ngomong dong… tapi tunggu kenapa Tami? Ah kamu gak rela ya kalo aku cinlok sama yang satunya si..” Naomi menggoda sahabatnya itu.
            “Ehmm bukan aku yang bilang ya..” Rona berusaha menahan tawanya.
Ken mendengar percakapan itu, ia semakin tidak mengerti tentang Rona. Apa yang gadis itu rasakan, lalu apa benar hari itu dia mengirim pesan hanya karena merasa khawatir pada Ken.
“Jadi rute kita ke bazaar komik dulu setelah terserah kalian” perintah Tami.
            “Up to you..” Naomi berkomentar.
“Tapi sepertinya ada yang aneh, kenapa rasanya ada sesuatu mengganjal? Kenapa Ken dan Rona hanya diam saja? Kalian lapar?” Tanya Tami penasaran.
            “Ahh ketua lebih baik kita duluan saja. Biarin aja mereka makan dulu” Naomi mengajak Tami lebih dulu ke stand komik.
Hanya Ken dan Rona. Berdua. Sebaiknya apa yang harus diucapkan lebih dulu?.
“Berapa lama? 3 minggu.. tidak terasa kita udah mau masuk lagi” Ken mengambil keputusan lebih dulu, ia tidak ingin menyesal.
            “Ahh iya.. liburan kamu gimana?” Rona berusaha bersikap seperti biasa.
“Mungkin tidak seseru yang kamu rasakan” Ken kembali tersenyum.
Hal itu yang dibenci Rona saat bertemu lagi dengan sosok Ken. ia selalu membuat hati Rona goyah, tidakkah Ken tau bagaimana ia melalui masa liburannya menyibukkan diri agar bisa melupakan Ken
dan sekarang lelaki itu mengatakan tidak seseru liburannya. Rona benar-benar merasa masa liburannya berakhir. Ia berhenti di salah satu stand makanan. Mungkin ken berpikir ia benar-benar lapar tapi jauh lebih baik daripada Rona harus berbicara dengannya lagi. Mereka hanya diam, tidak ada satupun suara yang keluar, mereka berusaha sibuk dengan makanan yang sudah dipesan. Sampai beberapa saat kemudian, Rona mendapat pesan dari Naomi.
“Hei ken coba lihat, banyak sekali komik yang kudapat ayo bantu aku cari yang lain” perintah Tami yang sibuk dengan tas jinjingnya.
            “Hei ketua kelas itu sudah banyak. Haruskah mencari lagi?” keluh Ken.
“Bagaimana kalau kita bantu juga Naomi?” saran Rona.
            “Aku sudah frustasi, aku tidak mengerti dengan apa yang kalian baca” jawab Rona.
“Itu seru…” entah mengapa jawaban itu serempak keluar dari mulut Rona,Ken dan Tami.
            “Ahh aku lupa kalian memiliki kesamaan suka membaca komik. Gomenne” hanya kalimat maaf dari bahasa jepang yang diingat Naomi.
Rona tersenyum, satu bagian dari dirinya yang sudah lama ia lupakan kembali menyatu. Ia baru menyadari sekali suka ia akan tetap suka. Meski sudah lama ia tidak membaca komik ataupun menonton anime, rasa suka itu masih tetap ada. Secara otomatis ia langsung mencerna apa yang dikatakan Tami dan membantunya mencari komik. Walaupun rona sudah berusaha berhenti, tapi rasa suka itu kembali hadir saat kita bertemu dengan apa yang sangat kita sukai. Sebuah sengatan dirasakan Rona, ia melihat Ken didepannya memilih-milih komik yang ada, sama persis saat mereka bertemu setahun silam. Ken sangat terkejut karena Rona berada diperpustakaan sekolah hanya untuk mencari komik baru yang datang, mungkin menurutnya aneh ada wanita yang sangat menyukai anime, berbeda jauh dari temen wanita kebanyakan. Tapi Ken malah menyuruh Rona melihat komik yang disukainya, beberapa judul anime favoritnya dan semua berjalan begitu saja sampai akhirnya mereka kenal walau tidak terlalu akrab.
“Apa aku kembali menyukai Ken?” kalimat itu jelas terdengar ditelinga Ken.
            “Rona kayanya aku harus menjelaskan sesuatu. Malam itu maaf aku tidak membalas pesan mu lagi bukan karena aku kehabisan pulsa atau malas membalas, hanya saja malam itu aku sibuk karena ada keluargaku yang pindah rumah. Jadi aku dan orangtua ku membantu, makanya hari itu aku pulang sekolah lebih dulu. Sebenarnya aku baru membancanya waktu sudah larut malam, aku ingin membalas tapi takut ganggu kamu. Hari terakhir ulangan juga, aku langsung pulang karena sepupu ku yang tinggal jauh datang, dia berkata hanya sebentar dirumahku jadi aku bergegas pulang. Padahal aku tau kelas kita berencana makan bersama. Sebenarnya sore harinya aku mengirim SMS ke kamu, mungkin aku gak baca. Setelah itu maaf. Aku bingung harus mengatakan apa jadi aku gak ada hubungin kamu lagi, tapi Rona jangan salah paham bukannya aku gak tau kamu baik ke aku, bahkan sesekali aku merasa kamu peduli. Tapi ada satu sifat yang aku bingungkan, kenapa setelah menunjukkan rasa peduli itu aku merasa kamu jadi menghindari bahkan menjauh? Aku salah ya?” awalnya Ken merasa sangat canggung tapi ketika ia mempu mengatakan apa yang selama ini ia pendam, semua jadi terasa baik-baik saja.
Rona duduk disebelah Ken, ia juga ingin mengatakan sesuatu.
“Maaf juga Ken kayanya bener pesan kamu gak aku baca, aku ingat pulang dari acara makan itu hapeku low dan karena lupa mencharger sampai seharian Hpnya mati, memang adasih notif pesan tapi maaf.. kenyataannya aku memang tidak tau ada pesan dari kamu. Juga hari itu aku takut, karna kamu tidak membalas pesanku lagi. Banyak ketakutan yang ku rasa, takut kamu gak suka, terganggu karena pesan yang aku kirim. Jadi itu juga alasannya kalau setelah aku mengirimi kamu pesan esok harinya aku jadi menghindari kamu, karena ketakutan itu..” ucap Rona.
            “Salahku juga Rona, kenapa tidak membalas atau bahkan menjelaskan kalau aku sama sekali tidak terganggu..”
“Bukan ken, aku yang salah kenapa aku gak cerita alasannya dari awal..”
            “Tapi mana mungkin sih kamu bakalan langsung cerita kalau aku aja gak kasih kamu kesempatan. Maaf ya rona harusnya aku yang menjelaskan”
“Yang pasti dan akhirnya sudah jelas, kita sudah tau alasan masing-masing. Jadi kita bisa kaya dulu lagi kan? ga canggung-canggungan gini?”
            “Ya, tentu Rona”
Setelah percakapan itu, rona dan ken mendatangi anggota kelompoknya, mereka merasa sudah banyak terbuang waktu hanya untuk mencari komik. Naomi pun sudah kesal dan memarahi Tami. Mereka berjalan ke stand lainnya, mulai berfoto sesuai perjanjian dan bertemu yang lainnya. Banyak hal menarik yang mereka dapat hari ini, kelompok yang menang bukan kelompok ketua kelas, tapi wakil karena mereka yang paling heboh. Naomi memasang muka super bĂȘte, tentunya Tami merasa harus minta maaf. Naomi langsung menjauh dan menarik Rona dari keramaian.
“Wah asik banget mengerjai ketua, dia kira aku beneran marah hehehe” Naomi cengegesan.
            “Kamu sengaja. Kasian tau dia, entar gak jadi cinlok” ucap Rona.
“Siapa bilang, dia udah bilang suka kok..ehhh” Naomi keceplosan dan ia sangat bingung.
            “Harusnya kamu kan bilang Nao, jadi aku bisa ngerti ini kamu gak bilang ihh sahabat macam apa itu….”
“Rona maaf, bukan aku gamau bilang tapi belum dapat waktu yang pas, lagipula aku tau kamu masih ada masalah..”
            “Enggak kok, aku sudah nyelesain semuanya sama ken ya walaupun awalnya kaget canggung banget tapi entah kenapa kayanya rasa canggung ku ini yang buat Ken sadar kalau aku peduli tentang dia Nao.. tadi padahal aku kesel banget dia baru ketemu hari ini malah santai aja kasih senyuman ke aku…”
“Mana senyumannya manis kan Ron. Iyakan hahaha ciyee Rona CBLK”
            “Heiii Nao kamu mau buat aku malu disini ya banyak orang kali.. duhh dasar pacar otaku ketua kelas” terlambat suara Rona jauh lebih keras dari Naomi tadi, semua yang ada disana mendengar termasuk Tami, ia diam sebentar dan entah kenapa bukannya marah ia malah memasang muka polos dan tersenyum didepan semuanya.
“Astagaaa Ronnnnn kamu yang bunuh aku nih…. Eh Ken dipanggil Rona tuh” Naomi menyeringai pada Rona yang artinya satu sama ya.
            “Rona, sebenarnya aku lebih suka kamu yang perhatian daripada menghindar gini..” ucap Ken yang sebenarnya gugup.
“Oh iya saking pedulinya kamu tau ga gantungan HP ku apa?” mungkin rasa percaya diri Rona kembali lagi.
            “Persis kaya gini kan, cuma beda warna?” Ken mengambil hp dari tasnya.
“Ken, kamu tau.. kok bisa?” kali ini Rona yang benar-benar terkejut.
            “Coba sekarang kamu baca pesan dari aku, kasian dianggurin” pinta Ken yang sok marah. Rona pun menurutinya, sungguh ia semakin terkejut. Dalam pesan itu sebenarnya Ken sudah menjelaskan semuanya, hanya saja.. hanya saja Rona yang terlalu larut dalam perasaannya bahwa ia salah dan merasa kalau ken membencinya. Kalau saja ia tau lebih awal pasti waktu liburannya tidak ia paksa untuk melupakan Ken, tapi ternyata perasaan suka itu jauh lebih kuat, walau selama libur ia bersikeras melupakan Ken, tidak bertemu atau mendengar kabar dari Ken tapi saat bertemu lagi perasaan itu kembali muncul.
“Karena aku menyukaimu rona jadi mana mungkin aku bisa benci kamu? Aku hanya terlalu bingung bagaimana mengutarakannya.. gak kaya kamu yang spontan” ucap Ken dengan tulus.
            “Ken..” jawab Rona. Ia sungguh tidak percaya hari ini berakhir sangat indah.
“Ayolah rona bilang aja kamu juga suka. Jangan buat aku menunggu” Ken benar-benar ingin terlihat menggemaskan tapi Rona malah geli melihatnya. Ia hanya tersenyum disusul anggukan pelan yang sudah menjadi jawaban bagi Ken.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Be your self~ Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting