Judul: Aku suka Kamu
Cast: Fumie, Izumi, Saya, Ken
Genre: Sekolah,Remaja,Cinta,Persahabatan
Bagian 1: Kinou Yori Motto Suki (Di banding kemarin
semakin suka)
Cukup
melelahkan pagi itu bagi Izumi. Sepatu dan celananya basah, karena hujan.
Padahal ia sudah berangkat lebih pagi dari biasanya ke sekolah, tapi hujan
turun dengan derasnya saat ia menuju sekolah. Masih pukul 7 saat izumi sampai
didepan kelasnya beberapa temannya yang lain sudah datang dan duduk didepan
kelas menunggu hujan reda, suasana kelas serasa mencekam pagi itu walaupun
lampu sudah dinyalakan, mereka lebih memilih berkumpul dibangku depan kelas.
Izumi melakukan hal yang sama mencari posisi duduk dan mulai sibuk dengan
telfon genggamnya.
Fumie, gadis berambut pendek dengan lesung pipit nya
itu terlihat sama sibuknya dengan izumi, mereka sekelas dan kebetulan mereka
duduk di bangku panjang yang sama. Hanya mereka berdua. Fumie sibuk dengan buku
ditangannya sedangkan Izumi dengan telepon genggamnya. Tidak ada yang keluar
dari mulut mereka hampir beberapa menit selain sapaan sopan dari Fumie sebelum
ia duduk disamping Izumi. Gadis itu merasa tidak karuan duduk disana, satu hal
yang ingin ia lakukan saat sampai disekolah adalah masuk ke kelas dan membaca
buku pelajarannya tapi apa ia tidak bisa fokus, sebentar ia ingin menoleh ke
arah kirinya, sekedar melihat apa yang sedang dilakukan seseorang
disebelahnya,sesekali Fumie mendengar Izumi sedang bergumam seperti membaca
sesuatu, ia tidak begitu mengerti apa yang Izumi lakukan. Hujan masih turun
walau tidak sederas saat Fumie berangkat tadi, akhirnya saat yang lain memasuki
kelas fumie pun beranjak dari tempatnya duduk begitu pula Izumi. Mata mereka
bertemu namun tidak ada suara yang keluar, mereka lebih memilih diam dan
berjalan menuju kelas.
Debaran yang sedari tadi Fumie rasakan
berangsur-angsur mereda saat Izumi sudah dalam jarak yang jauh. Fumie merasa
kacau, ia tidak bisa berpikir dan berbicara dengan benar saat harus tiba-tiba
dihadapkan dengan Izumi, seakan ia belum menyiapkan kalimat pembuka,topik
sampai penutup. Fumie menghela nafas, dan duduk ditempat duduknya. Ia merasa
sudah untuk bermain-main dengan perasaanya mencoba membaca dan memahami
pelajaran yang masih belum ia pahami, tanpa ia sadari Izumi sudah duduk
didepannya. Fumie terdiam sejenak dan mulai berfikir sudah hal biasa Izumi
duduk sesuai keinginannya, bahkan bukan hanya Izumi yang lain pun juga. Hanya
Fumie yang betah duduk ditempat duduknya sekarang. Seseorang menghampirinya.
Fumie, ini aku bawakan bento mu” ucapnya senang.
“Ahh
Saya arigato” fumie langsung mengambil
bekal makan siang itu.
Saya duduk tepat disebelah Fumie, sahabat terbaik
dan terdekat nya itu selalu bisa menolongnya saat keadaan terdesak seperti
sekarang, kalau saja Saya tidak datang mungkin Fumie akan tetap fokus menatap
punggung didepannya. Fumie mengerti isyarat mata Saya, tidak lama sebuah pesan
masuk, fumie membaca dan mulai mengetik balasannya. Hal itu jauh lebih aman
daripada mereka blak-balakan membicarakannya dikelas. Saya merasa suaranya
tertahan membaca cerita Fumie pagi tadi saat duduk disebelah Izumi, jika orang
dikelas tidak banyak mungkin ia akan langsung tertawa terbahak dan segera
menggoda sahabatnya itu.
‘dia duduk dan ada cahaya yang mengelilinginya jadi
mata Fuu-chan hanya menatapnya lalu tanpa sadar duduk disebelahnya’ balasan
dari Saya membuat fumie mengerutkan dahinya lalu mengucapkan kalimat yang
mengusik orang didepannya, ia menoleh ke belakang.
“Fumie, kamu suka membaca novel atau komik?” Tanya
nya
“Ahh
suka, sedikit” jawab Fumie ragu
“Coba baca ini, salah satu koleksi sepupuku mungkin
kamu suka”
Bel tanda pulang sekolah berbunyi. Fumie menunggu
Saya yang sedang menghadiri rapat pengurus kelas, ia berdiri dekat gerbang dan
memandang ke arah lapangan. Masih banyak yang berada disana, termasuk Izumi.
Segerombolan teman sekelasnya pun ada disana, mereka terlihat sedang mengatur
strategi dan tidak lama permainan dimulai. Kelas Fumie memang dikenal memiliki
tim sepak bola yang hebat dan sering memenangkan lomba antar kelas di sekolah.
Daripada bosan menunggu saya, fumie mencoba menikmati permainan yang cukup jauh
dari tempatnya berdiri namun tidak
menghalangi pandangannya. Saat gawang musuh berhasil dimasuki bola tim kelasnya
tanpa sadar Fumie mengucapkan yes dan merasa senang. Entah mengapa semua
berhenti bermain dan terlihat panik, fumie menatap ke atas ada setitik air yang
mengusiknya. Hujan. Tiba-tiba hujan kembali turun tanpa ada yang menyadari
kapan langit mendung. Setelah sadar akan kebasahan Fumie berlari kembali ke
dalam sekolah untuk berteduh.
“Ah sepertinya Saya sangat menikmati pertemuan itu
dan tidak sadar hujan kembali turun” ucap Fumie sedikit kesal. Tapi kenapa ia
harus kesal, setidaknya karena hal ini ia bisa melihat pertandingan bola. Fumie
malah tersenyum mengingatnya, dan sebuah ingatan muncul dikepalanya. Sepertinya
tadi ia melihat seseorang memandang ke arahnya sambil tersenyum.
Izumi
mengambil anduk didalam lokernya, setelah mengelap keringat ia kembali meneguk
botol air minumnya, walaupun permainan tadi cukup singkat tapi cukup membuat
tenaganya keluar. Izumi memikirkan sesuatu lalu beranjak dari tempat itu. Ia
mencari seperti mencari sesuatu, matanya dengan teliti melihat ke seluruh
ruangan. Ada. Saat izumi berjalan menuju arah pandangannya, seorang teman
mengejutkannya. Sano, ketua kelas menanyakan tentang tugas kelompok mereka.
Izumi menjelaskan tanpa menyadari sepasang mata memperhatikannya.
“Izumi..” ucapnya
“Fumie,
ah maaf apa kamu sudah lama disini?” Tanya Saya panic
“Ah engga kok, baru aja. Udah selesai pertemuannya?”
Tanya fumie lagi. Saya mengangguk. Sekali lagi, fumie merasa izumi melihat ke
arahnya, dua kali setelah di lapangan tadi. Ahh fumie ingat, senyuman yang ia
lihat tadi adalah senyum Izumi yang berdiri di tengah lapangan.
“Fumie,
kamu kenapa? Denger aku?” saya merasa diabaikan dan menggoyang-goyangkan lengan
fumie.
Izumi merasa berat melangkahkan kakinya ke arah yang
berbeda, karena Sano sedang sibuk ia pun mengatakan akan mengambilkan data
tugas mereka di kelas. Sementara fumie melangkah mendekatinya. Tapi Izumi sudah
pergi terlalu jauh.
“Ah fumie ada apa?” Tanya Sano bingung melihat
tingkah lakunya.
Saya maju dan menjawab “I.. izumi. Dia kemana?”
“Ah dia mengambilkan data tugas kami karena aku
sedang terburu-buru jadi lebih baik memiliki datanya dulu” jawab Sano.
“Saya lebih baik kita pulang” fumie menundukkan
kepalanya lalu membalikkan badannya dan berjalan menuju gerbang, hujan mulai
reda dan mungkin akan berhenti sebentar lagi. Dada fumie terasa sesak, ia terus
mengingat senyuman Izumi, itu jelas tertuju hanya untuk Fumie,pikirnya. Tapi
sulit untuk mendekati izumi mengingat mereka tidak terlalu dekat dikelas,
mungkin mereka jarang mengobrol sekarang, itu terasa sulit karena tiap hariya
fumie merasa perasaanya semakin bertambah. Mungkin fumie tau dia telah lama
menyukai Izumi, tapi masih sangat sulit mengakui kalau disbanding suka dia
sudah jatuh cinta.


0 komentar:
Posting Komentar