Jumat, 24 April 2015

Sukidayo~

Diposting oleh Vina Rizky di 21.38
                               Sebuah kisah yang tercipta dari kepingan-kepingan cerita yang bisa saya tangkap dari sebuah lagu. tidak semua lagu dapat menggambarkan berbagai macam perasaan atau pun kegelisahan yang dilakukan manusia saat jatuh cinta/mungkin sedang menyukai seseorang. hal ini baru saja saya lakukan setelah sebelumnya iseng-iseng mencoba membuat cerpen dari lagu yang saya dengarkan itu. mungkin bisa dibilang inspirasi terbesar saya dalam membuat tulisan ini adalah karena kesukaan saya mendengarkan lagu-lagu dari Idol Grup pertama negara kita, ya JKT48. meskipun memang mereka membawakan lagu yang juga dibawakan sister mereka, tapi itu cukup membantu kan? kita bisa mengerti arti lyrics bahasa jepang yang kita dengarkan, karena memang sudah dinyanyikan versi bahasa indonesianya sama member JKT48 ^^

Judul: Aku suka Kamu
Cast: Fumie, Izumi, Saya, Ken
Genre: Sekolah,Remaja,Cinta,Persahabatan



Bagian 1: Kinou Yori Motto Suki (Di banding kemarin semakin suka)
                        Cukup melelahkan pagi itu bagi Izumi. Sepatu dan celananya basah, karena hujan. Padahal ia sudah berangkat lebih pagi dari biasanya ke sekolah, tapi hujan turun dengan derasnya saat ia menuju sekolah. Masih pukul 7 saat izumi sampai didepan kelasnya beberapa temannya yang lain sudah datang dan duduk didepan kelas menunggu hujan reda, suasana kelas serasa mencekam pagi itu walaupun lampu sudah dinyalakan, mereka lebih memilih berkumpul dibangku depan kelas. Izumi melakukan hal yang sama mencari posisi duduk dan mulai sibuk dengan telfon genggamnya.
Fumie, gadis berambut pendek dengan lesung pipit nya itu terlihat sama sibuknya dengan izumi, mereka sekelas dan kebetulan mereka duduk di bangku panjang yang sama. Hanya mereka berdua. Fumie sibuk dengan buku ditangannya sedangkan Izumi dengan telepon genggamnya. Tidak ada yang keluar dari mulut mereka hampir beberapa menit selain sapaan sopan dari Fumie sebelum ia duduk disamping Izumi. Gadis itu merasa tidak karuan duduk disana, satu hal yang ingin ia lakukan saat sampai disekolah adalah masuk ke kelas dan membaca buku pelajarannya tapi apa ia tidak bisa fokus, sebentar ia ingin menoleh ke arah kirinya, sekedar melihat apa yang sedang dilakukan seseorang disebelahnya,sesekali Fumie mendengar Izumi sedang bergumam seperti membaca sesuatu, ia tidak begitu mengerti apa yang Izumi lakukan. Hujan masih turun walau tidak sederas saat Fumie berangkat tadi, akhirnya saat yang lain memasuki kelas fumie pun beranjak dari tempatnya duduk begitu pula Izumi. Mata mereka bertemu namun tidak ada suara yang keluar, mereka lebih memilih diam dan berjalan menuju kelas.
Debaran yang sedari tadi Fumie rasakan berangsur-angsur mereda saat Izumi sudah dalam jarak yang jauh. Fumie merasa kacau, ia tidak bisa berpikir dan berbicara dengan benar saat harus tiba-tiba dihadapkan dengan Izumi, seakan ia belum menyiapkan kalimat pembuka,topik sampai penutup. Fumie menghela nafas, dan duduk ditempat duduknya. Ia merasa sudah untuk bermain-main dengan perasaanya mencoba membaca dan memahami pelajaran yang masih belum ia pahami, tanpa ia sadari Izumi sudah duduk didepannya. Fumie terdiam sejenak dan mulai berfikir sudah hal biasa Izumi duduk sesuai keinginannya, bahkan bukan hanya Izumi yang lain pun juga. Hanya Fumie yang betah duduk ditempat duduknya sekarang. Seseorang menghampirinya.

Fumie, ini aku bawakan bento mu” ucapnya senang.
            “Ahh Saya  arigato” fumie langsung mengambil bekal makan siang itu.
Saya duduk tepat disebelah Fumie, sahabat terbaik dan terdekat nya itu selalu bisa menolongnya saat keadaan terdesak seperti sekarang, kalau saja Saya tidak datang mungkin Fumie akan tetap fokus menatap punggung didepannya. Fumie mengerti isyarat mata Saya, tidak lama sebuah pesan masuk, fumie membaca dan mulai mengetik balasannya. Hal itu jauh lebih aman daripada mereka blak-balakan membicarakannya dikelas. Saya merasa suaranya tertahan membaca cerita Fumie pagi tadi saat duduk disebelah Izumi, jika orang dikelas tidak banyak mungkin ia akan langsung tertawa terbahak dan segera menggoda sahabatnya itu.
‘dia duduk dan ada cahaya yang mengelilinginya jadi mata Fuu-chan hanya menatapnya lalu tanpa sadar duduk disebelahnya’ balasan dari Saya membuat fumie mengerutkan dahinya lalu mengucapkan kalimat yang mengusik orang didepannya, ia menoleh ke belakang.
“Fumie, kamu suka membaca novel atau komik?” Tanya nya
            “Ahh suka, sedikit” jawab Fumie ragu
“Coba baca ini, salah satu koleksi sepupuku mungkin kamu suka”
Bel tanda pulang sekolah berbunyi. Fumie menunggu Saya yang sedang menghadiri rapat pengurus kelas, ia berdiri dekat gerbang dan memandang ke arah lapangan. Masih banyak yang berada disana, termasuk Izumi. Segerombolan teman sekelasnya pun ada disana, mereka terlihat sedang mengatur strategi dan tidak lama permainan dimulai. Kelas Fumie memang dikenal memiliki tim sepak bola yang hebat dan sering memenangkan lomba antar kelas di sekolah. Daripada bosan menunggu saya, fumie mencoba menikmati permainan yang cukup jauh dari tempatnya  berdiri namun tidak menghalangi pandangannya. Saat gawang musuh berhasil dimasuki bola tim kelasnya tanpa sadar Fumie mengucapkan yes dan merasa senang. Entah mengapa semua berhenti bermain dan terlihat panik, fumie menatap ke atas ada setitik air yang mengusiknya. Hujan. Tiba-tiba hujan kembali turun tanpa ada yang menyadari kapan langit mendung. Setelah sadar akan kebasahan Fumie berlari kembali ke dalam sekolah untuk berteduh.
“Ah sepertinya Saya sangat menikmati pertemuan itu dan tidak sadar hujan kembali turun” ucap Fumie sedikit kesal. Tapi kenapa ia harus kesal, setidaknya karena hal ini ia bisa melihat pertandingan bola. Fumie malah tersenyum mengingatnya, dan sebuah ingatan muncul dikepalanya. Sepertinya tadi ia melihat seseorang memandang ke arahnya sambil tersenyum.
            Izumi mengambil anduk didalam lokernya, setelah mengelap keringat ia kembali meneguk botol air minumnya, walaupun permainan tadi cukup singkat tapi cukup membuat tenaganya keluar. Izumi memikirkan sesuatu lalu beranjak dari tempat itu. Ia mencari seperti mencari sesuatu, matanya dengan teliti melihat ke seluruh ruangan. Ada. Saat izumi berjalan menuju arah pandangannya, seorang teman mengejutkannya. Sano, ketua kelas menanyakan tentang tugas kelompok mereka. Izumi menjelaskan tanpa menyadari sepasang mata memperhatikannya.
“Izumi..” ucapnya
            “Fumie, ah maaf apa kamu sudah lama disini?” Tanya Saya panic
“Ah engga kok, baru aja. Udah selesai pertemuannya?” Tanya fumie lagi. Saya mengangguk. Sekali lagi, fumie merasa izumi melihat ke arahnya, dua kali setelah di lapangan tadi. Ahh fumie ingat, senyuman yang ia lihat tadi adalah senyum Izumi yang berdiri di tengah lapangan.
            “Fumie, kamu kenapa? Denger aku?” saya merasa diabaikan dan menggoyang-goyangkan lengan fumie.
Izumi merasa berat melangkahkan kakinya ke arah yang berbeda, karena Sano sedang sibuk ia pun mengatakan akan mengambilkan data tugas mereka di kelas. Sementara fumie melangkah mendekatinya. Tapi Izumi sudah pergi terlalu jauh.
“Ah fumie ada apa?” Tanya Sano bingung melihat tingkah lakunya.
Saya maju dan menjawab “I.. izumi. Dia kemana?” 
“Ah dia mengambilkan data tugas kami karena aku sedang terburu-buru jadi lebih baik memiliki datanya dulu” jawab Sano.
“Saya lebih baik kita pulang” fumie menundukkan kepalanya lalu membalikkan badannya dan berjalan menuju gerbang, hujan mulai reda dan mungkin akan berhenti sebentar lagi. Dada fumie terasa sesak, ia terus mengingat senyuman Izumi, itu jelas tertuju hanya untuk Fumie,pikirnya. Tapi sulit untuk mendekati izumi mengingat mereka tidak terlalu dekat dikelas, mungkin mereka jarang mengobrol sekarang, itu terasa sulit karena tiap hariya fumie merasa perasaanya semakin bertambah. Mungkin fumie tau dia telah lama menyukai Izumi, tapi masih sangat sulit mengakui kalau disbanding suka dia sudah jatuh cinta.





0 komentar:

Posting Komentar

 

Be your self~ Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting