Bagaimanapun shuuka memikirkannya tidak ada jawaban
tentang pertanyaannya siapa orang yang ia lihat pagi tadi dan kenapa nama kenta
terus menghantuinya? Siang ini seusai sekolah ia memutuskan pulang sendirian
tanpa ketiga sahabatnya, ia menaiki bus menuju toko buku langganannya, ada
segudang bacaan yang menjadi listnya bulan ini karena masa ulangan sudah lewat
baginya sudah tidak apa-apa untuk
refreshing dengan membaca komik ataupun novel. Shuuka turun dengan masih
memikirkan hal itu tanpa ia sadari saat melangkah ia tersandung dan ada tarikan
dari belakangnya, ada seseorang yang menolongnya.
“Anak baru?” ucapnya spontan
“Anak baru?” ucapnya spontan
“Ehm,
kamu gak papa? Sepertinya tadi kamu melamun” Tanya nya
“Enggak kok, tadi aku cuma gak hati-hati aja
jalannya, makasih ya” shuuka menjawab.
“Mau
ke toko ini?” ia kembali bertanya
“Iya, naik bus itu langsung stop disini. Kamu
sendiri?” shuuka juga bertanya
“Aku
baru pindah belum tau banyak tempat,tadi turun karena kamu, seragam kita sama”
“Oh iya kita juga sekelas loh, kenalin namaku
shuuka. Haruna shuuka” Ia memperkenalkan diri.
Murid baru itu terdiam beberapa saat, seperti ada
suatu hal yang mengganggunya membuat shuuka berpikir kalau dia berbuat salah,
shuuka langsung bertanya apa dia ada salah bicara.
“Oh
aku Cuma bingung,nama kamu..” ujarnya
“Ahh jangan kaget, aku asli Indonesia kok hanya saja
namaku.. ah intinya itu sudah jadi kesepatakan orangtua ku mereka pencinta
dorama dan anime jepang jadilah kedua anaknya punya nama yang agak aneh hehe”
shuuka berusaha berbicara santai.
“Ogenki
desuka shuu-chan?” sebuah kalimat yang membuat shuuka tercengang
“Wahh kamu bisa bahasa jepang astaga kayanya kita
bisa jadi teman baik” shuuka merasa senang.
“Bagaimana
kalau kita masuk ke dalam sepertinya sebentar lagi akan turun hujan”
“Benar juga, aku baru sadar sedari tadi langit
sedang mendung” kalimat itu membuat si murid baru tersenyum.
“Jadi
disini nyaman banget, ada banyak buku bacaan kalo hari ini sih aku mau nyari
komik atau ga novel hehe kemarin udah nyari buku pelajaran sih, terus ada juga
tempat buat beli makan yang beragam, ada café kecil disana gak jarang banyak
band indie yang menghibur, kalau pengunjung mau nyumbang lagu juga bisa” shuuka
sangat senang berbagi cerita tentang tempat favoritnya itu.
“Oh memang seru ya tapi kebetulan hari ini aku tidak
membawa banyak uang jadi mungkin beli bukunya dipending dulu deh” ujarnya.
“Nama
kamu siapa? Kamu belum bilang” Tanya shuuka penasaran
“Tadi dikelas kamu ga denger?” Tanya nya balik
“Gomen
ne sepertinya tidak” shuuka terlihat menyesal.
“Panggil aja ken, gak perlu alamat email kan?” Tanya
nya sambil bercanda
“Kamu
pikir kita orang jepang yang kirim pesan lewat email, sekarang didorama mereka
sering pakai line kok” jelas shuuka
“Pasti kebanyakan cewek suka genre romance” ken
menebak
“Iyasih,tapi
kalo tema persahabatan aku suka juga jadi lebih berwarna” shuuka menambahkan.
“Ahh idol academy sudah ada seri ke 6 nya? Aku baru
punya 3 soalnya 2 minggu ga ada beli”
“Oh
iya anime nya juga adakan, udah liat?”
“Sugoii ken kamu juga tau idol academy?”
“Adik
ku yang suka, gak jarang aku jadi korban yang download-in dia animenya”
“Wah peran kaka emang gitu ya, aku juga kemarin
abangku yang download-in”
“Aniki
ogenki desuka?” ken kembali bertanya dalam bahasa jepang
“Aniki? Kamu punya kaka laki-laki juga? Wah kita
banyak kesamaan aku juga punya onii-chan walau nyebelin sih terkadang”
“Ah
iya kebetulan aku sudah lama tidak bertemu dengannya”
“Sebentar ya ken,aku bayar komiknya dulu kamu bisa
tunggu disana”
Ken
menuju ke rak CD, terdapat banyak cd demo band indie yang mereka produksi
sendiri sebelum diorbitkan oleh label. Cukup mudah didapatkan ditoko ini karena
siapapun yang memiliki band dan mempunyai cd demo bisa dipromosikan ditoko ini,
ia meraih satu cd tidak asing baginya hanya saja ia terkejut tinggal 2 yang ada
disana. Ia menaruhnya kembali saat shuuka menuju ke arahnya.
“Kamu mau beli cd? Emang itu cd apa?” Tanya shuuka
“Ah
engga kok cuma liat-liat aja, kamu mau makan?” Tanya ken
“Hmm iya, disana aja udah terjangkau enak lagi hhe
biasa udah langganan” ucap shuuka bangga
“Oke
kalo menurut kamu gitu” jawab ken
“Ahh duluan aja,ada yang masih mau ku beli sebentar”
pinta shuuka. Ia kaget dirak itu ada CD demo Change dan tinggal 2 tanpa pikir
panjang shuuka langsung membelinya lalu menuju tempat makan dimana ken lebih
dulu kesana.
Setelah
selesai makan mereka berpisah di depan toko karena jalan menuju rumah yang
berbeda, sebelum pulang shuuka memberikan sesuatu pada ken walau awalnya
menolak akhirnya ken menerima dengan alasan itu adalah hadiah dari shuuka
sebagai salam perkenalan mereka hari ini. Shuuka masih dalam suasana hati yang
senang, entah kenapa ia merasa cocok berbicara dengan ken bahkan ken tau
tentang komik yang dibacanya sekarang, ia tak henti-hentinya tersenyum apalagi
melihat sesuatu yang sedang ia pegang yaitu CD Demo Change.
Di tempat yang berbeda, ken membuka bungkusan yang
diberi shuuka tadi sore ia tak tau kalau isinya adalah CD Demo Change yang
dilihatnya ditoko. Ken akhirnya dapat mengatakan 2 hal yang selama ini
dipendamnya walau tidak langsung ia berharap suatu saat pertanyaan itu akan
terjawab. Ia membuka akun twitternya ada seseorang yang ingin disapanya.
“Bang, coba deh dengerin lagu dari band ini bagus
lagunya” shuuka memberikan majalah pada sota.
“Ini
majalah yang kamu rebut kemarin kan?” sota bertanya hal lain.
“Bukan itu masalahnya, coba deh dengerin” pinta
shuuka.
“Gimana
denger nya ?” Tanya sota polos
“Ya unduh dong lagunya, aku malas ngasih oke bye ya”
shuuka meninggalkan sota
“Pelit
banget sih jadi adik” terdengar sota berbicara sendiri
“Tapi ada satu yang tidak asing” tambah sota saat melihat
artikel band itu di majalah.
Saat shuuka sampai dikamarnya, ada panggilan masuk
dari Oya mengatakan tentang website Change, oya bercerita sangat susah
menemukan website itu karena belum dishare secara resmi oleh para member hanya
orang tertentu yang dapat mengaksesnya dengan mudah, oya mengatakan cek direct
message twitter karna ia sudah mengirim linknya, shuuka berkata oke dan
panggilan telepon itu seketika diputus secara sepihak oleh orang diseberang dan
itu adalah hal yang dibenci shuuka dari salah satu sahabatnya itu. Ia
menyalakan computer nya membuka twitter dan memeriksa apa yang dikatakan oleh
Oya tadi, suatu website yang ternyata sama dengan yang dibuka nya kemarin
malam. Ada satu mentions dari kenta? Shuuka masih ragu tentang akun itu, mungkin
saja hanya fake akun tapi orang itu bertanya bagaimana pendapatnya tentang lagu
change, karena shuuka berfikir itu hanya akun yang dibuat oleh fans, ia pun
menjawab dengan jujur bagaimana pendapatnya tentang lagu yang saat ini ia sukai
itu. Walau twitter itu baru dibuat dan post nya dikit, tapi kebanyakan itu
adalah post foto. Foto-foto kenta, saat ia latihan dan sebagainya entah kenapa
tangan shuuka gatal untuk menyimpan foto itu.
“Apa
aku sekarang seorang stalker? Tapi gak masalah kalau stalk tentang idolanya
kan? ah tapi apa aku fangirlnya.. sejak kapan dan kenapa juga harus jadi fan?
Shuuka apa yang sekarang didalam kepalamu kenapa hanya band itu dan dia dia dia
aku benar-benar jatuh cinta dengan suaranya haruskah menjadi fan dengan orang
yang sama sekali tidak ku kenal dan aaaaa bukannya kebanyakan fans gitu, mereka
gak kenal langsung idolanya tapi bisa kok menyatakan kalau mereka fansnya? Dan
kenapa harus kenta!! Dan tadi pagi apa apa aku mulai berhalusinasi tentang dia
datang dan melambaikan tangan, astaga sepertinya banyak yang harus ku buang
dari isi kepala ini.. dan sekarang aku saling balas pesan dengan fake akun nya
dia menjawab ‘baiklah silahkan menikmati lagu yang lain dari cd demo kami ya’
dan sok tau banget kenapa juga dia tau kalo sekarang aku punya cd nya? Oke
harus ku balas ‘iya kebetulan aku sudah beli ditoko langgananku,trims
perhatiannya’ tweet dan apa lagi balasannya? Bisakah aku berharap yang sedang
membalas tweetku ini real kenta, dia yang asli..”
Di sekolah~
Shuuka
berjalan masuk gerbang dengan perasaan bimbang apa harus diceritakan tentang
website,akun twitter dan bahkan cd yang dibelinya pada 3 sahabatnya. Saat ia
sedang sibuk berpikir ia melihat ken berjalan sendiri di depannya, muncul ide
untuk mengerjai ken saat sudah dekat dan bersiap mengagetkan ken, tanpa sengaja
shuuka menginjak genangan air yang membuat sepatunya licin, spontan ia
berteriak membuat ken segera membalikkan badannya dan meraih tangan shuuka agar
gadis itu tidak terjatuh, seperti ada waktu yang berhenti banyak bunga sakura
yang berjatuhan hanya ada mereka berdua, sebuah perasaan yang biasa dirasakan
oleh tokoh dalam anime saat ia ditolong oleh pangeran pujaan hatinya.. tapi
tunggu? Kenapa bukan ken yang sedang ada didepan shuuka? Kenapa yang berada
disana malah kenta, dan ia sekarang memanggil nama shuuka.. beberapa kali
sampai shuuka tersadar kalau yang memanggilnya itu adalah ken. Saat tersadar,
shuuka langsung membungkukkan badan dan berkata maafkan aku, maaf karena sudah
2 kali kejadian ini terulang. Shuuka sangat merasa menyesal tapi ken malah
tertawa melihatnya dan berkata “kamu itu lucu shuuka, haruskah setiap bertemu
aku harus selalu menolongmu saat ingin terjatuh?” shuuka melihat sesuatu yang
berbeda dari ken, karena gerakan cepat menarik tangannya tadi rambut ken yang
biasa rapi kini terlihat acak-acakan dan terlihat mirip dengan orang yang
dilihatnya pagi itu, orang yang mirip kenta.
“Yasudah aku duluan ke kelas ya kayanya kalo kita
ketemu aka nada dejavu lagi” ken lalu berjalan menuju kelas.
“Dan
kenapa setiap dekat dia, aku selalu mengingat kenta?” pertanyaan nya pada diri
sendiri.
“Shuu-chan” sapa Airin.
“Yoo,
apa yang terjadi.. kamu pucat?” Tanya Aiko
“Bagaimana dengan website tadi malam?” Oya sengaja
membisikkan itu pada shuuka.
“Aku
gak tau, aku duluan ke kelas ya” hanya itu jawaban shuuka untuk semuanya.
“Udah dikelas kenapa masih ngelamun?” Tanya Aiko
lagi
“Ada
yang aneh tapi aku bingung” jawab shuuka
“Cerita aja sama kita, mungkin kita bisa bantu”
Airin menambahkan.
Setelah
menjelaskan perasaan seperti tokoh anime yang dirasakan nya pagi tadi, ketiga
sahabatnya itu mengatakan kalau jika ada perasaan seperti itu tandanya orang
itu sedang jatuh cinta.. saat shuuka bertanya apa itu tidak terlalu cepat
mereka menjawab cepat atau lambat hal itu akan terjadi, semua berawal dari
degupan kencang didada saat mengingat seseorang, mulai membayangkan orang itu
ada disekeliling kita dan selalu ingin mencari tau tentang dia. Shuuka kembali
bertanya lalu bagaimana cara mengatasinya? Mereka bertiga sepakat mengatakan
belum ada jawaban pasti tentang hal itu dan kembali bertanya kenapa shuuka
tiba-tiba bertanya seperti itu, dan tentu shuuka sepakat dengan dirinya sendiri
mengatakan bahwa ia hanya penasaran saja.
Ia belum bisa menceritakan tentang masalah website
dan akun twitter itu pada 3 sahabatnya,ia bingung harus mulai darimana.. saat
shuuka berjalan ingin ke atap sekolahnya sekedar ingin melihat langit dengan
dekat, ia melihat ken ditaman sambil memainkan gitar, ada suatu dorongan yang
membuat langkah shuuka menuju kesana, ia tidak ingin ketauan mengintip dan
berusaha agar tidak ketauan sampai ken seleasi menyanyikan lagu tapi apa hanya
suara gitar yang terdengar sampai shuuka ingin tertidur menunggu suara ken.
Mungkin shuuka kehilangan kesadaran beberapa saat tapi ia merasa nyaman
bersandar disana dan mencoba berpikir pada apa ia bersadar saat ia menoleh
disana ada ken dan mereka dekat.. terlalu dekat.
“Ka..kamu ngapain disini?” bentak shuuka
“Kamu
yang ngapain kenapa juga tidur disana?” Tanya ken balik
“Aku gak tidur dan kenapa aku bisa disini?” shuuka
terlihat sangat malu
“Saat
aku ingin kembali ke kelas kamu udah disana” jawab ken
“Dan kamu gak jadi ke kelas? Malah disini?” Tanya
shuuka sambil menundukan kepalanya
“Kalo
aku ke kelas dan ninggalin orang disini kamu yakin kamu bakalan baik-baik aja?”
“Ehmm maksudnya gimana. Tapi makasih udah mau
nemenin aku disini”
“Ya
maksudku bisa aja satpam bangunin kamu”
“Makasih ya gimana kalo sekarang kita ke kelas?”
“Bel
pulang udah bunyi 20 menit yang lalu,jadi gak mungkin ada orang tidur
ditinggalin gitu ajakan?” penjelasan Ken membuat shuuka tertunduk dan
mengucapkan maaf sebanyak-banyaknya, ia malu karena sudah banyak menyusahkan
padahal mereka baru saja kenal.
Sesuatu yang membuat shuuka tersentak, ia merasakan
kepalanya disentuh dengan halus membuat rambutnya yang lurus itu sedkit
berantakan karena juga terkena angin yang cukup kencang,hari ini kembali
mendung membuat shuuka dan ken bergegas ke kelas mengambil tas mereka dan
menaiki bus yang menuju jalan kerumah mereka. Dalam perjalanan shuuka tidak
sekalipun seceria biasanya, ia hanya diam dan masih menundukkan kepalanya ia
merasa ada sesuatu yang aneh hal yang belum pasti ia rasakan dan belum bisa ia
ungkapkan dengan jelas, diseberang ia duduk ada ken yang juga tidak mengucapkan
sebait katapun sampai bus berhenti dan ia berucap untuk turun lebih dulu dan
mengucapkan selamat tinggal. Shuuka menoleh ke arahnya dan mencoba tersenyum
lalu menganggukkan kepalanya. Tak lama setelah ken turun, shuuka turun, ada yang
salah didadanya kenapa berdegup kencang, apa yang salah dan kenapa sangat susah
mengatakan sepatah katapun pada ken, apa sebenarnya yang shuuka rasakan ia
tidak tau bagaimana dan darimana menjelaskannya. Ia hanya menghela nafas dan
terus berjalan menuju rumahnya, agar merasa tenang shuuka menghepaskan tubuhnya
ke tempat tidur kemudian mendengarkan musik, seperti hanya lagu itu saja yang
ada dihandphonenya dan yang terdengar adalah lagu change tanpa ada niat untuk
mengganti lagu itu shuuka memejamkan matanya, ia sangat lelah hari ini
memikirkan segala hal yang menganggu pikirannya semua belum terselasaikan tanpa
jawaban yang pasti, deg.. sampai di reff terakhir bagian lagu yang dinyayikan
kenta.. perasaan aneh itu kembali muncul membuat shuuka ingin mengutuk dirinya
sendiri, bagaimana bisa kita bisa menyukai 2 orang yang berbeda dalam satu
waktu dan merasakan perasaan yang sama saat memikirkan orang itu, iya jika
hanya satu tapi sekarang shuuka merasakan hal aneh pada 2 orang baru yang
tiba-tiba masuk di kehidupannya.. tidak ingin semakin merasa rumit, shuuka
mematikan lagunya dan menghubungi ketiga sahabatnya ia ingin berbagi cerita
kepada mereka, tapi hanya Oya yang bisa meluangkan waktunya hari itu untuk
shuuka. Karena besok hari libur shuuka mengajak Airin,Aiko dan Oya menginap
dirumahnya hal yang lama tidak mereka lakukan sejak mereka kelas 2 SMA namun
Aiko dan Airin ada kesibukan yang tidak bisa ditunda sehingga mereka mengatakan
hari minggu saja bisa kerumah shuuka dan hanya Oya yang bisa menginap malam itu.
“Tumben kamu ngundang kami kerumah, emang ada apa?”
Tanya Oya saat sampai dikamar shuuka
“Engga
papa, lagi males ganggu orang rumah aja. Papa mama sibuk bantu tante aku buat
persiapan ulangtahun anaknya terus ka sota sibuk ngurusin tugas kampus, ga ada
yang bisa diajak main” jelas shuuka sambil memeluk boneka teddy bear nya.
“Jadi sekarang kita main apa? Tebak perasaan?”
seketika saran Oya membuat shuuka bersemangat dan menyetujui hal itu.
“Kenapa, aku hanya menanyakan dan itu adalah usulan
yang iseng” jelas Oya lagi
“Pasti
lebih seru kalo ada Airin Aiko hahaha” jawab shuuka
“Jadi apa sekarang, bagaimana perasaanmu?” Oya
langsung menanyakannya
“Kenapa
oya sekarang jadi sangat serius?” Tanya shuuka balik
“Kenapa.. ahhh baiklah akan ku ceritakan…….” Ia
menjelaskan panjang lebar
“Jadi
cuma karena menurut ramalan bintang, oya berubah jadi sok serius? Oya percaya
dengan itu, wow aku baru tau hahaha” tanggapan yang membuat oya sedikit kesal
“Itulah sebabnya, lebih baik aku tidak usah
menceritakannya” jawab Oya kesal
“Daijobu
oya-chan, jadilah dirimu sendiri toh kami nerima apa adanya tapi lebih baik
gini kamu menjelaskan alasannya jadi kami semakin mengerti kamu” Shuuka
terlihat tulus
“Yasudah sekarang gantian, ehmm kamu suka band baru
itu juga?”
“Iya,
mudah sekali ditebak ya hahaha sekali denger langsung suka padahal awalnya tau
mereka karena rebut majalah yang dibeli ka sota alasannya karena covernya idol
jepang tapi pas baca yang curi perhatian malah mereka, band indie yang seusia
kita, se Negara lagi salut aja diusia dini mereka udah bisa membuat orang lain
suka dan takjub dengan musik mereka,termasuk aku sendiri.. random ya ceritanya”
“Jadi kamu udah tau masalah website resmi mereka?”
“Ah
iyaa, aku lupa bilang sebenarnya dihari itu juga dihari aku baca artikel mereka
aku coba cari tau lebih lagi di internet, sekalian mengakhiri masa hiatus
(berhenti sementara dari kegiatan seperti mencari info/berkeliaran diakun
social media pribadi) karena ulangan nah ada follower baru ditwitterku, dia
ngirim direct message nah isinya link pas aku buka malah nyambung ke website
itu, aku iseng klik join dan liat isinya dan ya itu website change, ada
informasi lengkap mereka, alasan band terbentuk, visi misi mereka dan inspirasi
apa saja yang membantu mereka membuat lagu, emang ada yang ga diterangkan sih
kaya privasi membernya, dimana mereka sekolah mereka juga nama asli mereka”
“Dan.. yang ngirim kamu link itu siapa? Fans juga?”
“Entahlah..
nama usernya salah satu nama personil band itu, tapi kan kamu dan yang lain
juga bilang, banyak fan yang membuat fake akun bisa aja itu salah satunya”
“Tapi kalo fake akun berarti dia fan juga dan kalo
fan kenapa dia mau ngasih link website dengan cuma-cuma apalagi sama orang awam
kaya kamu?”
“Iya
ya,sebelumnya kan aku ga kenal mereka dan gamungkin jadi fan, tapi kenapa dia
malah ngasih link itu mana dia baru follow aku hari itu”
“Udah cek waktu dia mollow kamu kapan? Terus ngirim
direct message nya juga kapan?
“Bentar aku cek (shuuka membuka laptopnya dan memeriksa) waktunya Cuma beda semenit dihari dan jam yang sama.. jadi mungkin ga ini bukan akun palsu?”
“Bentar aku cek (shuuka membuka laptopnya dan memeriksa) waktunya Cuma beda semenit dihari dan jam yang sama.. jadi mungkin ga ini bukan akun palsu?”
“Dan kamu berharap itu benar-benar dia?”
“Tunggu
dulu, kamu berpikir terlalu jauh oya-chan.. hanya saja semua berhubungan dan
kenapa harus kenta yang mengirimiku itu, sungguh aku sudah memikirkan ini dan
belum ada jawaban yang pasti” shuuka mengeluarkan keluh kesahnya.
“Intinya kamu ingin meyakini bahwa itu benar kenta
kan? sebelumnya, aku Tanya dulu alasan kamu menyukai change apa? Bukannya kamu
baru saja mengenal merekaa?” Oya bertanya
“Entahlah
semua ngalir gitu aja dari ga sengaja dan iseng sampai denger lagu mereka
awalnya juga biasa tapi pas denger part nyanyi kenta, sama dengan part
vocalisnya tapi aku bisa merasakan lagu itu lebih hidup pas kenta yang
nyanyiin, ada dorongan kalau dia sungguh-sungguh ingin berubah, walau aku gatau
apa yang mau dia rubah” shuuka mencoba menjelaskan.
“Itu bukan cinta kan?” Tanya oya seperti sebuah
teguran ditelinga shuuka
“Bukanlah,
gimana bisa cinta sama orang yang ga kita kenal, haha oya bisa saja melucu saat
tegang kaya sekarang” shuuka mencoba bersikap tenang
“Banyak kok fans yang merasa jatuh cinta pandangan
pertama sama idolanya, sama kaya kita suka seseorang dikehidupan yang nyata.
Ada kalanya kita suka sejak melihat orang itu, suka karena terbiasa ketemu atau
dekat, juga yang awalnya dari temen terus suka bahkan ada yang awalnya benci eh
tiba-tiba cinta, ya itu cuma contoh kecil sih. tapi kalo cinta k eidola tentu
beda. Kita punya batasan sendiri menyukai mereka” jelas oya
“Ini
baru namanya oya, selalu bisa ngasih penjelasan sejelas-jelasnya” shuuka
langsung memeluk sahabatnya itu,setidaknya ia sedikit memahami perasaannya.
Karena sudah malam,sudah saatnya tidur mereka
memutuskan menyambung bahasan itu keesokan harinya karena aka nada tambahan
orang, airin dan aiko yang berjanji akan datang hari itu. Shuuka pun merasa
sedikit lega bisa sedikit membagi ceritanya pada sahabatnya serta mendapat
penjelasan tentang kebingungan yang dirasakannya.
Pagi itu, shuuka bangun pagi dan mengajak oya lari
pagi tapi oya menolak dengan alasan masih ngantuk dan sepertinya sota juga
masih tidur setelah semalaman mengerjakan tugas, hanya ibunya yang terlihat diruang
keluarga, shuuka pamit untuk lari pagi berkeliling komplek rumahnya. Ia sangat
menyukai pemandangan komplek rumahnya saat pagi, terlihat sangat indah karena
kebanyakan rumah memiliki taman didepan rumah mereka dan shuuka sangat menyukai
warna hijau itu, dan tanpa sadar ia sudah sampai ditaman. Taman yang selalu
dijadikan shuuka tempat bersantai, taman diujung kompleksnya bukan hanya
penghuni kompleks yang bisa kesana, orang luar pun bisa karena dibuka untuk
umum. Ada air mancur ditengah taman sangat indah menenangkan hati shuuka, ia menuju kursi
panjang didekat air mancur saat ingin duduk ia melihat seseorang disana,
seseorang sedang tidur dengan headphone ditelinganya, mungkin ia sangat
menikmati musik yang didengarnya sampai matanya terpejam, saat shuuka mengamati
dengan seksama, ia mengenal orang itu. Shuuka sangat terkejut saat ia ingin
membalikkan badan terdengar orang itu mengucapkan sebait kalimat..
“Shuuka, kamu sedang apa?” shuuka mengutuki nasibnya
pagi itu
“Ohh
ternyata ada ken ya, gomen aku gak tau itu kamu” mencoba tenang
“Jadi tadi kamu tau ada orang disini?” Tanya ken
balik
“Tau
dan karena tau makanya aku pergi mau nyari kursi yang kosong” masih coba tenang
“Semua penuhkan?” dan benar, hanya shuuka yang tidak
sadar sejak kapan suasana ditaman seramai itu
“Yasudah
kalau begitu aku pulang saja” mencoba cari aman
“Rumah kamu dikompleks ini? Mengingatkanku pada
seorang teman” ucap ken
“Ah
iya rumahku diujung jalan sana, dan kamu juga tau taman ini?”
“Dulu aku dan temanku sering kesini,tapi mungkin dia
sudah melupakan kenangan kami”
“Siapa
namanya? Mungkin aku kenal”
“Hahaha tidak, dulu dia sangat pemalu dan jarang
bergaul dengan tetangga, mungkin saja sekarang dia sudah pindah dari sini”
“Ini
zaman udah canggih, cari aja disosial media gampang kan”
“Keliatannya kamu sangat ahli dengan kecanggihan
teknologi dan internet”
“Ahh
tidak juga, yasudah aku pulang dulu”
“Shuuka”
“Iya
ada apa..”
“Hati-hati dijalan” ia melebarkan senyumnya, dengan
headphone yang terkalung rapi dilehernya membuat orang itu terlihat keren, ah
tidak, dia terlalu manis dan ahh MABUCHII !!!!!!
Shuuka bergegas meninggalkan taman, ia tidak mau
semakin terbawa imajinasinya, karena berlari terlalu lama ia melupakan sesuatu,
dimana botol minumnya apa ia tinggalkan distau tempat? Tanpa pikir panjang ia
berhenti di minimarket persimpangan jalan. Membeli minum lalu berjalan kembali
menuju rumahnya, dan ada seseorang lagi yang memanggilnya..
“Botol minum mu kan? pantas saja kamu beli air
mineral,kamu lupa meninggalkannya didekat air mancur tadi” ken terlihat lelah,
nafasnya terengah-engah
“Kamu
dari taman lari kesini?” shuuka bertanya
“Tentu saja, untung rumahmu tidak jauh dari taman”
ken menjelaskan
“Sebentar”
shuuka kembali masuk ke mini market dan keluar membawa kantong plastik berisi
minuman mineral dan beberapa makanan kecil.
“Untuk apa?” Tanya ken terlihat bingung
“Ya
buat kamu lah, ucapan terima kasih karena udah mau nganterin botol minum ku,
dan aku gatau kamu suka apa engga tapi aku beliin kamu permen coklat. Bukan
beliin sih tapi tadi itu uang sisa dari beli air” ken menerimanya, tapi malah
permen itu yang dimakannya lebih dulu.
“Aku suka kok, coklat. Oh iya mau dianterin sampai
rumah? Tinggal lurus dikit dan belok kiri kan?” ken seperti peramal, tapi tentu
shuuka langsung menolak dan memilih pulang sendiri.
Shuuka membuka pagar rumahnya, keluarga sudah
berkumpul diteras sambil menyiapkan sarapan, entah atas usul siapa pagi itu
mereka memilih barbeqyu ditaman depan rumah, disana juga ada oya,aiko dan
airin. Sejak kapan kedua sahabatnya itu datang. Apa banyak kejadian saat shuuka
lari pagi tadi, setelah menyapa semuanya ia masuk ke dalam rumah dan segera
mandi. Setelah mandi, shuuka bergegas keluar rumah, makanan sudah siap dan sang
kakak terlihat sangat repot pagi itu, ia menjadi asisten mamanya dan protes
karena shuuka tidak membantunya. Shuuka yang sedang malas beradu mulut dengan
sota hanya berkata maaf dan duduk didekat sahabat-sahabatnya yang sudah tidak
sabar menyantap daging dan sayur yang dibuat mamanya juga kakanya. Shuuka
mencoba membuka bahasan karena tidak terlalu memikirkan ken tadi.
“Jadi tadi kamu lari sendiri?” Tanya ayahnya
“Ah
iya pa sendiri, terus di taman ketemu..” shuuka menhentikan kalimatnya.
“Ketemu..?” sota terlihat penasaran, sambil
mengunyah makanan ia bertanya
“Ketemu
temen sekelas pa hehe” jawab shuuka.
“Ketemu aiko-chan atau airin-chan?” Tanya ibunya.
“Hari
ini kami gak kemana-mana kok tante, makanya pagi banget udah kesini” ucap aiko
“Mungkin teman shuuka yang lain tan, hehe” airin
menambahkan
Semua baik-baik saja dengan jawaban Airin kecuali
Oya, terlihat dari tatapannya ia bertanya ‘siapa itu’ pada shuuka dan shuuka
merasa ngeri sendiri. Sarapan pagi itu terasa canggung bagi shuuka karena
tatapan oya tadi, untuk mencari kegiatan shuuka mengambil handphone nya dan
membuka twitternya, iseng melihat dan membaca timeline matanya tertarik pada
suatu tweet yang memposting sebuah link, akun itu banyak memposting foto juga
karena penasaran shuuka membukanya satu persatu. Orang yang ada difoto terlihat
sangat senang, ia berpose dengan berbagai gaya, satu yang menjadi favorit
shuuka saat orang itu tersenyum sambil mendengarkan music dengan headphone yang
dipakainya. Deg… sama seperti tadi pagi saat shuuka melihat ken kenapa
perasaannya sama dan apa hubungan nya ken juga orang yang ada difoto? Pikiran
shuuka yang terasa bercabang kemana-mana terhenti saat aiko mengajak kekamarnya
karena sarapan sudah selesai dan semua orang
pun beranjak masuk ke rumah.
“Jadi sekarang kita ngapain ya?” tanya airin
“Gimana
kalau ke toko buku, kita lama ga beli bacaan kan?” usul aiko


0 komentar:
Posting Komentar