Senin, 05 Januari 2015

Boku No Taiyo (Matahariku)

Diposting oleh Vina Rizky di 21.45
Page 3: Bunga yang mekar



                 Bagaimanapun shuuka memikirkannya tidak ada jawaban tentang pertanyaannya siapa orang yang ia lihat pagi tadi dan kenapa nama kenta terus menghantuinya? Siang ini seusai sekolah ia memutuskan pulang sendirian tanpa ketiga sahabatnya, ia menaiki bus menuju toko buku langganannya, ada segudang bacaan yang menjadi listnya bulan ini karena masa ulangan sudah lewat baginya sudah tidak apa-apa  untuk refreshing dengan membaca komik ataupun novel. Shuuka turun dengan masih memikirkan hal itu tanpa ia sadari saat melangkah ia tersandung dan ada tarikan dari belakangnya, ada seseorang yang menolongnya.
“Anak baru?” ucapnya spontan
            “Ehm, kamu gak papa? Sepertinya tadi kamu melamun” Tanya nya
“Enggak kok, tadi aku cuma gak hati-hati aja jalannya, makasih ya” shuuka menjawab.
            “Mau ke toko ini?” ia kembali bertanya
“Iya, naik bus itu langsung stop disini. Kamu sendiri?” shuuka juga bertanya
            “Aku baru pindah belum tau banyak tempat,tadi turun karena kamu, seragam kita sama”
“Oh iya kita juga sekelas loh, kenalin namaku shuuka. Haruna shuuka” Ia memperkenalkan diri.
Murid baru itu terdiam beberapa saat, seperti ada suatu hal yang mengganggunya membuat shuuka berpikir kalau dia berbuat salah, shuuka langsung bertanya apa dia ada salah bicara.
            “Oh aku Cuma bingung,nama kamu..” ujarnya
“Ahh jangan kaget, aku asli Indonesia kok hanya saja namaku.. ah intinya itu sudah jadi kesepatakan orangtua ku mereka pencinta dorama dan anime jepang jadilah kedua anaknya punya nama yang agak aneh hehe” shuuka berusaha berbicara santai.
            “Ogenki desuka shuu-chan?” sebuah kalimat yang membuat shuuka tercengang
“Wahh kamu bisa bahasa jepang astaga kayanya kita bisa jadi teman baik” shuuka merasa senang.
            “Bagaimana kalau kita masuk ke dalam sepertinya sebentar lagi akan turun hujan”
“Benar juga, aku baru sadar sedari tadi langit sedang mendung” kalimat itu membuat si murid baru tersenyum.
            “Jadi disini nyaman banget, ada banyak buku bacaan kalo hari ini sih aku mau nyari komik atau ga novel hehe kemarin udah nyari buku pelajaran sih, terus ada juga tempat buat beli makan yang beragam, ada café kecil disana gak jarang banyak band indie yang menghibur, kalau pengunjung mau nyumbang lagu juga bisa” shuuka sangat senang berbagi cerita tentang tempat favoritnya itu.
“Oh memang seru ya tapi kebetulan hari ini aku tidak membawa banyak uang jadi mungkin beli bukunya dipending dulu deh” ujarnya.
            “Nama kamu siapa? Kamu belum bilang” Tanya shuuka penasaran
“Tadi dikelas kamu ga denger?” Tanya nya balik
            “Gomen ne sepertinya tidak” shuuka terlihat menyesal.
“Panggil aja ken, gak perlu alamat email kan?” Tanya nya sambil bercanda
            “Kamu pikir kita orang jepang yang kirim pesan lewat email, sekarang didorama mereka sering pakai line kok” jelas shuuka
“Pasti kebanyakan cewek suka genre romance” ken menebak
            “Iyasih,tapi kalo tema persahabatan aku suka juga jadi lebih berwarna” shuuka menambahkan.
“Ahh idol academy sudah ada seri ke 6 nya? Aku baru punya 3 soalnya 2 minggu ga ada beli”
            “Oh iya anime nya juga adakan, udah liat?”
“Sugoii ken kamu juga tau idol academy?”
            “Adik ku yang suka, gak jarang aku jadi korban yang download-in dia animenya”
“Wah peran kaka emang gitu ya, aku juga kemarin abangku yang download-in”
            “Aniki ogenki desuka?” ken kembali bertanya dalam bahasa jepang
“Aniki? Kamu punya kaka laki-laki juga? Wah kita banyak kesamaan aku juga punya onii-chan walau nyebelin sih terkadang”
            “Ah iya kebetulan aku sudah lama tidak bertemu dengannya”
“Sebentar ya ken,aku bayar komiknya dulu kamu bisa tunggu disana”
            Ken menuju ke rak CD, terdapat banyak cd demo band indie yang mereka produksi sendiri sebelum diorbitkan oleh label. Cukup mudah didapatkan ditoko ini karena siapapun yang memiliki band dan mempunyai cd demo bisa dipromosikan ditoko ini, ia meraih satu cd tidak asing baginya hanya saja ia terkejut tinggal 2 yang ada disana. Ia menaruhnya kembali saat shuuka menuju ke arahnya.
“Kamu mau beli cd? Emang itu cd apa?” Tanya shuuka
            “Ah engga kok cuma liat-liat aja, kamu mau makan?” Tanya ken
“Hmm iya, disana aja udah terjangkau enak lagi hhe biasa udah langganan” ucap shuuka bangga
            “Oke kalo menurut kamu gitu” jawab ken
“Ahh duluan aja,ada yang masih mau ku beli sebentar” pinta shuuka. Ia kaget dirak itu ada CD demo Change dan tinggal 2 tanpa pikir panjang shuuka langsung membelinya lalu menuju tempat makan dimana ken lebih dulu kesana.
            Setelah selesai makan mereka berpisah di depan toko karena jalan menuju rumah yang berbeda, sebelum pulang shuuka memberikan sesuatu pada ken walau awalnya menolak akhirnya ken menerima dengan alasan itu adalah hadiah dari shuuka sebagai salam perkenalan mereka hari ini. Shuuka masih dalam suasana hati yang senang, entah kenapa ia merasa cocok berbicara dengan ken bahkan ken tau tentang komik yang dibacanya sekarang, ia tak henti-hentinya tersenyum apalagi melihat sesuatu yang sedang ia pegang yaitu CD Demo Change.
Di tempat yang berbeda, ken membuka bungkusan yang diberi shuuka tadi sore ia tak tau kalau isinya adalah CD Demo Change yang dilihatnya ditoko. Ken akhirnya dapat mengatakan 2 hal yang selama ini dipendamnya walau tidak langsung ia berharap suatu saat pertanyaan itu akan terjawab. Ia membuka akun twitternya ada seseorang yang ingin disapanya.
“Bang, coba deh dengerin lagu dari band ini bagus lagunya” shuuka memberikan majalah pada sota.
            “Ini majalah yang kamu rebut kemarin kan?” sota bertanya hal lain.
“Bukan itu masalahnya, coba deh dengerin” pinta shuuka.
            “Gimana denger nya ?” Tanya sota polos
“Ya unduh dong lagunya, aku malas ngasih oke bye ya” shuuka meninggalkan sota
            “Pelit banget sih jadi adik” terdengar sota berbicara sendiri
“Tapi ada satu yang tidak asing” tambah sota saat melihat artikel band itu di majalah.
Saat shuuka sampai dikamarnya, ada panggilan masuk dari Oya mengatakan tentang website Change, oya bercerita sangat susah menemukan website itu karena belum dishare secara resmi oleh para member hanya orang tertentu yang dapat mengaksesnya dengan mudah, oya mengatakan cek direct message twitter karna ia sudah mengirim linknya, shuuka berkata oke dan panggilan telepon itu seketika diputus secara sepihak oleh orang diseberang dan itu adalah hal yang dibenci shuuka dari salah satu sahabatnya itu. Ia menyalakan computer nya membuka twitter dan memeriksa apa yang dikatakan oleh Oya tadi, suatu website yang ternyata sama dengan yang dibuka nya kemarin malam. Ada satu mentions dari kenta? Shuuka masih ragu tentang akun itu, mungkin saja hanya fake akun tapi orang itu bertanya bagaimana pendapatnya tentang lagu change, karena shuuka berfikir itu hanya akun yang dibuat oleh fans, ia pun menjawab dengan jujur bagaimana pendapatnya tentang lagu yang saat ini ia sukai itu. Walau twitter itu baru dibuat dan post nya dikit, tapi kebanyakan itu adalah post foto. Foto-foto kenta, saat ia latihan dan sebagainya entah kenapa tangan shuuka gatal untuk menyimpan foto itu.
            “Apa aku sekarang seorang stalker? Tapi gak masalah kalau stalk tentang idolanya kan? ah tapi apa aku fangirlnya.. sejak kapan dan kenapa juga harus jadi fan? Shuuka apa yang sekarang didalam kepalamu kenapa hanya band itu dan dia dia dia aku benar-benar jatuh cinta dengan suaranya haruskah menjadi fan dengan orang yang sama sekali tidak ku kenal dan aaaaa bukannya kebanyakan fans gitu, mereka gak kenal langsung idolanya tapi bisa kok menyatakan kalau mereka fansnya? Dan kenapa harus kenta!! Dan tadi pagi apa apa aku mulai berhalusinasi tentang dia datang dan melambaikan tangan, astaga sepertinya banyak yang harus ku buang dari isi kepala ini.. dan sekarang aku saling balas pesan dengan fake akun nya dia menjawab ‘baiklah silahkan menikmati lagu yang lain dari cd demo kami ya’ dan sok tau banget kenapa juga dia tau kalo sekarang aku punya cd nya? Oke harus ku balas ‘iya kebetulan aku sudah beli ditoko langgananku,trims perhatiannya’ tweet dan apa lagi balasannya? Bisakah aku berharap yang sedang membalas tweetku ini real kenta, dia yang asli..”
Di sekolah~
                        Shuuka berjalan masuk gerbang dengan perasaan bimbang apa harus diceritakan tentang website,akun twitter dan bahkan cd yang dibelinya pada 3 sahabatnya. Saat ia sedang sibuk berpikir ia melihat ken berjalan sendiri di depannya, muncul ide untuk mengerjai ken saat sudah dekat dan bersiap mengagetkan ken, tanpa sengaja shuuka menginjak genangan air yang membuat sepatunya licin, spontan ia berteriak membuat ken segera membalikkan badannya dan meraih tangan shuuka agar gadis itu tidak terjatuh, seperti ada waktu yang berhenti banyak bunga sakura yang berjatuhan hanya ada mereka berdua, sebuah perasaan yang biasa dirasakan oleh tokoh dalam anime saat ia ditolong oleh pangeran pujaan hatinya.. tapi tunggu? Kenapa bukan ken yang sedang ada didepan shuuka? Kenapa yang berada disana malah kenta, dan ia sekarang memanggil nama shuuka.. beberapa kali sampai shuuka tersadar kalau yang memanggilnya itu adalah ken. Saat tersadar, shuuka langsung membungkukkan badan dan berkata maafkan aku, maaf karena sudah 2 kali kejadian ini terulang. Shuuka sangat merasa menyesal tapi ken malah tertawa melihatnya dan berkata “kamu itu lucu shuuka, haruskah setiap bertemu aku harus selalu menolongmu saat ingin terjatuh?” shuuka melihat sesuatu yang berbeda dari ken, karena gerakan cepat menarik tangannya tadi rambut ken yang biasa rapi kini terlihat acak-acakan dan terlihat mirip dengan orang yang dilihatnya pagi itu, orang yang mirip kenta.
“Yasudah aku duluan ke kelas ya kayanya kalo kita ketemu aka nada dejavu lagi” ken lalu berjalan menuju kelas.
            “Dan kenapa setiap dekat dia, aku selalu mengingat kenta?” pertanyaan nya pada diri sendiri.
“Shuu-chan” sapa Airin.
            “Yoo, apa yang terjadi.. kamu pucat?” Tanya Aiko
“Bagaimana dengan website tadi malam?” Oya sengaja membisikkan itu pada shuuka.
            “Aku gak tau, aku duluan ke kelas ya” hanya itu jawaban shuuka untuk semuanya.
“Udah dikelas kenapa masih ngelamun?” Tanya Aiko lagi
            “Ada yang aneh tapi aku bingung” jawab shuuka
“Cerita aja sama kita, mungkin kita bisa bantu” Airin menambahkan.
            Setelah menjelaskan perasaan seperti tokoh anime yang dirasakan nya pagi tadi, ketiga sahabatnya itu mengatakan kalau jika ada perasaan seperti itu tandanya orang itu sedang jatuh cinta.. saat shuuka bertanya apa itu tidak terlalu cepat mereka menjawab cepat atau lambat hal itu akan terjadi, semua berawal dari degupan kencang didada saat mengingat seseorang, mulai membayangkan orang itu ada disekeliling kita dan selalu ingin mencari tau tentang dia. Shuuka kembali bertanya lalu bagaimana cara mengatasinya? Mereka bertiga sepakat mengatakan belum ada jawaban pasti tentang hal itu dan kembali bertanya kenapa shuuka tiba-tiba bertanya seperti itu, dan tentu shuuka sepakat dengan dirinya sendiri mengatakan bahwa ia hanya penasaran saja.
Ia belum bisa menceritakan tentang masalah website dan akun twitter itu pada 3 sahabatnya,ia bingung harus mulai darimana.. saat shuuka berjalan ingin ke atap sekolahnya sekedar ingin melihat langit dengan dekat, ia melihat ken ditaman sambil memainkan gitar, ada suatu dorongan yang membuat langkah shuuka menuju kesana, ia tidak ingin ketauan mengintip dan berusaha agar tidak ketauan sampai ken seleasi menyanyikan lagu tapi apa hanya suara gitar yang terdengar sampai shuuka ingin tertidur menunggu suara ken. Mungkin shuuka kehilangan kesadaran beberapa saat tapi ia merasa nyaman bersandar disana dan mencoba berpikir pada apa ia bersadar saat ia menoleh disana ada ken dan mereka dekat.. terlalu dekat.
“Ka..kamu ngapain disini?” bentak shuuka
            “Kamu yang ngapain kenapa juga tidur disana?” Tanya ken balik
“Aku gak tidur dan kenapa aku bisa disini?” shuuka terlihat sangat malu
            “Saat aku ingin kembali ke kelas kamu udah disana” jawab ken
“Dan kamu gak jadi ke kelas? Malah disini?” Tanya shuuka sambil menundukan kepalanya
            “Kalo aku ke kelas dan ninggalin orang disini kamu yakin kamu bakalan baik-baik aja?”
“Ehmm maksudnya gimana. Tapi makasih udah mau nemenin aku disini”
            “Ya maksudku bisa aja satpam bangunin kamu”
“Makasih ya gimana kalo sekarang kita ke kelas?”
            “Bel pulang udah bunyi 20 menit yang lalu,jadi gak mungkin ada orang tidur ditinggalin gitu ajakan?” penjelasan Ken membuat shuuka tertunduk dan mengucapkan maaf sebanyak-banyaknya, ia malu karena sudah banyak menyusahkan padahal mereka baru saja kenal.
Sesuatu yang membuat shuuka tersentak, ia merasakan kepalanya disentuh dengan halus membuat rambutnya yang lurus itu sedkit berantakan karena juga terkena angin yang cukup kencang,hari ini kembali mendung membuat shuuka dan ken bergegas ke kelas mengambil tas mereka dan menaiki bus yang menuju jalan kerumah mereka. Dalam perjalanan shuuka tidak sekalipun seceria biasanya, ia hanya diam dan masih menundukkan kepalanya ia merasa ada sesuatu yang aneh hal yang belum pasti ia rasakan dan belum bisa ia ungkapkan dengan jelas, diseberang ia duduk ada ken yang juga tidak mengucapkan sebait katapun sampai bus berhenti dan ia berucap untuk turun lebih dulu dan mengucapkan selamat tinggal. Shuuka menoleh ke arahnya dan mencoba tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Tak lama setelah ken turun, shuuka turun, ada yang salah didadanya kenapa berdegup kencang, apa yang salah dan kenapa sangat susah mengatakan sepatah katapun pada ken, apa sebenarnya yang shuuka rasakan ia tidak tau bagaimana dan darimana menjelaskannya. Ia hanya menghela nafas dan terus berjalan menuju rumahnya, agar merasa tenang shuuka menghepaskan tubuhnya ke tempat tidur kemudian mendengarkan musik, seperti hanya lagu itu saja yang ada dihandphonenya dan yang terdengar adalah lagu change tanpa ada niat untuk mengganti lagu itu shuuka memejamkan matanya, ia sangat lelah hari ini memikirkan segala hal yang menganggu pikirannya semua belum terselasaikan tanpa jawaban yang pasti, deg.. sampai di reff terakhir bagian lagu yang dinyayikan kenta.. perasaan aneh itu kembali muncul membuat shuuka ingin mengutuk dirinya sendiri, bagaimana bisa kita bisa menyukai 2 orang yang berbeda dalam satu waktu dan merasakan perasaan yang sama saat memikirkan orang itu, iya jika hanya satu tapi sekarang shuuka merasakan hal aneh pada 2 orang baru yang tiba-tiba masuk di kehidupannya.. tidak ingin semakin merasa rumit, shuuka mematikan lagunya dan menghubungi ketiga sahabatnya ia ingin berbagi cerita kepada mereka, tapi hanya Oya yang bisa meluangkan waktunya hari itu untuk shuuka. Karena besok hari libur shuuka mengajak Airin,Aiko dan Oya menginap dirumahnya hal yang lama tidak mereka lakukan sejak mereka kelas 2 SMA namun Aiko dan Airin ada kesibukan yang tidak bisa ditunda sehingga mereka mengatakan hari minggu saja bisa kerumah shuuka dan hanya Oya yang bisa menginap malam itu.
“Tumben kamu ngundang kami kerumah, emang ada apa?” Tanya Oya saat sampai dikamar shuuka
            “Engga papa, lagi males ganggu orang rumah aja. Papa mama sibuk bantu tante aku buat persiapan ulangtahun anaknya terus ka sota sibuk ngurusin tugas kampus, ga ada yang bisa diajak main” jelas shuuka sambil memeluk boneka teddy bear nya.
“Jadi sekarang kita main apa? Tebak perasaan?” seketika saran Oya membuat shuuka bersemangat dan menyetujui hal itu.
“Kenapa, aku hanya menanyakan dan itu adalah usulan yang iseng” jelas Oya lagi
            “Pasti lebih seru kalo ada Airin Aiko hahaha” jawab shuuka
“Jadi apa sekarang, bagaimana perasaanmu?” Oya langsung menanyakannya
            “Kenapa oya sekarang jadi sangat serius?” Tanya shuuka balik
“Kenapa.. ahhh baiklah akan ku ceritakan…….” Ia menjelaskan panjang lebar
            “Jadi cuma karena menurut ramalan bintang, oya berubah jadi sok serius? Oya percaya dengan itu, wow aku baru tau hahaha” tanggapan yang membuat oya sedikit kesal
“Itulah sebabnya, lebih baik aku tidak usah menceritakannya” jawab Oya kesal
            “Daijobu oya-chan, jadilah dirimu sendiri toh kami nerima apa adanya tapi lebih baik gini kamu menjelaskan alasannya jadi kami semakin mengerti kamu” Shuuka terlihat tulus
“Yasudah sekarang gantian, ehmm kamu suka band baru itu juga?”
            “Iya, mudah sekali ditebak ya hahaha sekali denger langsung suka padahal awalnya tau mereka karena rebut majalah yang dibeli ka sota alasannya karena covernya idol jepang tapi pas baca yang curi perhatian malah mereka, band indie yang seusia kita, se Negara lagi salut aja diusia dini mereka udah bisa membuat orang lain suka dan takjub dengan musik mereka,termasuk aku sendiri.. random ya ceritanya”
“Jadi kamu udah tau masalah website resmi mereka?”
            “Ah iyaa, aku lupa bilang sebenarnya dihari itu juga dihari aku baca artikel mereka aku coba cari tau lebih lagi di internet, sekalian mengakhiri masa hiatus (berhenti sementara dari kegiatan seperti mencari info/berkeliaran diakun social media pribadi) karena ulangan nah ada follower baru ditwitterku, dia ngirim direct message nah isinya link pas aku buka malah nyambung ke website itu, aku iseng klik join dan liat isinya dan ya itu website change, ada informasi lengkap mereka, alasan band terbentuk, visi misi mereka dan inspirasi apa saja yang membantu mereka membuat lagu, emang ada yang ga diterangkan sih kaya privasi membernya, dimana mereka sekolah mereka juga nama asli mereka”
“Dan.. yang ngirim kamu link itu siapa? Fans juga?”
            “Entahlah.. nama usernya salah satu nama personil band itu, tapi kan kamu dan yang lain juga bilang, banyak fan yang membuat fake akun bisa aja itu salah satunya”
“Tapi kalo fake akun berarti dia fan juga dan kalo fan kenapa dia mau ngasih link website dengan cuma-cuma apalagi sama orang awam kaya kamu?”
            “Iya ya,sebelumnya kan aku ga kenal mereka dan gamungkin jadi fan, tapi kenapa dia malah ngasih link itu mana dia baru follow aku hari itu”
“Udah cek waktu dia mollow kamu kapan? Terus ngirim direct message nya juga kapan?
            “Bentar aku cek (shuuka membuka laptopnya dan memeriksa) waktunya Cuma beda semenit dihari dan jam yang sama.. jadi mungkin ga ini bukan akun palsu?”
“Dan kamu berharap itu benar-benar dia?”
            “Tunggu dulu, kamu berpikir terlalu jauh oya-chan.. hanya saja semua berhubungan dan kenapa harus kenta yang mengirimiku itu, sungguh aku sudah memikirkan ini dan belum ada jawaban yang pasti” shuuka mengeluarkan keluh kesahnya.
“Intinya kamu ingin meyakini bahwa itu benar kenta kan? sebelumnya, aku Tanya dulu alasan kamu menyukai change apa? Bukannya kamu baru saja mengenal merekaa?” Oya bertanya
            “Entahlah semua ngalir gitu aja dari ga sengaja dan iseng sampai denger lagu mereka awalnya juga biasa tapi pas denger part nyanyi kenta, sama dengan part vocalisnya tapi aku bisa merasakan lagu itu lebih hidup pas kenta yang nyanyiin, ada dorongan kalau dia sungguh-sungguh ingin berubah, walau aku gatau apa yang mau dia rubah” shuuka mencoba menjelaskan.
“Itu bukan cinta kan?” Tanya oya seperti sebuah teguran ditelinga shuuka
            “Bukanlah, gimana bisa cinta sama orang yang ga kita kenal, haha oya bisa saja melucu saat tegang kaya sekarang” shuuka mencoba bersikap tenang
“Banyak kok fans yang merasa jatuh cinta pandangan pertama sama idolanya, sama kaya kita suka seseorang dikehidupan yang nyata. Ada kalanya kita suka sejak melihat orang itu, suka karena terbiasa ketemu atau dekat, juga yang awalnya dari temen terus suka bahkan ada yang awalnya benci eh tiba-tiba cinta, ya itu cuma contoh kecil sih. tapi kalo cinta k eidola tentu beda. Kita punya batasan sendiri menyukai mereka” jelas oya
            “Ini baru namanya oya, selalu bisa ngasih penjelasan sejelas-jelasnya” shuuka langsung memeluk sahabatnya itu,setidaknya ia sedikit memahami perasaannya.
Karena sudah malam,sudah saatnya tidur mereka memutuskan menyambung bahasan itu keesokan harinya karena aka nada tambahan orang, airin dan aiko yang berjanji akan datang hari itu. Shuuka pun merasa sedikit lega bisa sedikit membagi ceritanya pada sahabatnya serta mendapat penjelasan tentang kebingungan yang dirasakannya.
Pagi itu, shuuka bangun pagi dan mengajak oya lari pagi tapi oya menolak dengan alasan masih ngantuk dan sepertinya sota juga masih tidur setelah semalaman mengerjakan tugas, hanya ibunya yang terlihat diruang keluarga, shuuka pamit untuk lari pagi berkeliling komplek rumahnya. Ia sangat menyukai pemandangan komplek rumahnya saat pagi, terlihat sangat indah karena kebanyakan rumah memiliki taman didepan rumah mereka dan shuuka sangat menyukai warna hijau itu, dan tanpa sadar ia sudah sampai ditaman. Taman yang selalu dijadikan shuuka tempat bersantai, taman diujung kompleksnya bukan hanya penghuni kompleks yang bisa kesana, orang luar pun bisa karena dibuka untuk umum. Ada air mancur ditengah taman sangat  indah menenangkan hati shuuka, ia menuju kursi panjang didekat air mancur saat ingin duduk ia melihat seseorang disana, seseorang sedang tidur dengan headphone ditelinganya, mungkin ia sangat menikmati musik yang didengarnya sampai matanya terpejam, saat shuuka mengamati dengan seksama, ia mengenal orang itu. Shuuka sangat terkejut saat ia ingin membalikkan badan terdengar orang itu mengucapkan sebait kalimat..
“Shuuka, kamu sedang apa?” shuuka mengutuki nasibnya pagi itu
            “Ohh ternyata ada ken ya, gomen aku gak tau itu kamu” mencoba tenang
“Jadi tadi kamu tau ada orang disini?” Tanya ken balik
            “Tau dan karena tau makanya aku pergi mau nyari kursi yang kosong” masih coba tenang
“Semua penuhkan?” dan benar, hanya shuuka yang tidak sadar sejak kapan suasana ditaman seramai itu
            “Yasudah kalau begitu aku pulang saja” mencoba cari aman
“Rumah kamu dikompleks ini? Mengingatkanku pada seorang teman” ucap ken
            “Ah iya rumahku diujung jalan sana, dan kamu juga tau taman ini?”
“Dulu aku dan temanku sering kesini,tapi mungkin dia sudah melupakan kenangan kami”
            “Siapa namanya? Mungkin aku kenal”
“Hahaha tidak, dulu dia sangat pemalu dan jarang bergaul dengan tetangga, mungkin saja sekarang dia sudah pindah dari sini”
            “Ini zaman udah canggih, cari aja disosial media gampang kan”
“Keliatannya kamu sangat ahli dengan kecanggihan teknologi dan internet”
            “Ahh tidak juga, yasudah aku pulang dulu”
“Shuuka”
            “Iya ada apa..”
“Hati-hati dijalan” ia melebarkan senyumnya, dengan headphone yang terkalung rapi dilehernya membuat orang itu terlihat keren, ah tidak, dia terlalu manis dan ahh MABUCHII !!!!!!
Shuuka bergegas meninggalkan taman, ia tidak mau semakin terbawa imajinasinya, karena berlari terlalu lama ia melupakan sesuatu, dimana botol minumnya apa ia tinggalkan distau tempat? Tanpa pikir panjang ia berhenti di minimarket persimpangan jalan. Membeli minum lalu berjalan kembali menuju rumahnya, dan ada seseorang lagi yang memanggilnya..
“Botol minum mu kan? pantas saja kamu beli air mineral,kamu lupa meninggalkannya didekat air mancur tadi” ken terlihat lelah, nafasnya terengah-engah
            “Kamu dari taman lari kesini?” shuuka bertanya
“Tentu saja, untung rumahmu tidak jauh dari taman” ken menjelaskan
            “Sebentar” shuuka kembali masuk ke mini market dan keluar membawa kantong plastik berisi minuman mineral dan beberapa makanan kecil.
“Untuk apa?” Tanya ken terlihat bingung
            “Ya buat kamu lah, ucapan terima kasih karena udah mau nganterin botol minum ku, dan aku gatau kamu suka apa engga tapi aku beliin kamu permen coklat. Bukan beliin sih tapi tadi itu uang sisa dari beli air” ken menerimanya, tapi malah permen itu yang dimakannya lebih dulu.
“Aku suka kok, coklat. Oh iya mau dianterin sampai rumah? Tinggal lurus dikit dan belok kiri kan?” ken seperti peramal, tapi tentu shuuka langsung menolak dan memilih pulang sendiri.
Shuuka membuka pagar rumahnya, keluarga sudah berkumpul diteras sambil menyiapkan sarapan, entah atas usul siapa pagi itu mereka memilih barbeqyu ditaman depan rumah, disana juga ada oya,aiko dan airin. Sejak kapan kedua sahabatnya itu datang. Apa banyak kejadian saat shuuka lari pagi tadi, setelah menyapa semuanya ia masuk ke dalam rumah dan segera mandi. Setelah mandi, shuuka bergegas keluar rumah, makanan sudah siap dan sang kakak terlihat sangat repot pagi itu, ia menjadi asisten mamanya dan protes karena shuuka tidak membantunya. Shuuka yang sedang malas beradu mulut dengan sota hanya berkata maaf dan duduk didekat sahabat-sahabatnya yang sudah tidak sabar menyantap daging dan sayur yang dibuat mamanya juga kakanya. Shuuka mencoba membuka bahasan karena tidak terlalu memikirkan ken tadi.
“Jadi tadi kamu lari sendiri?” Tanya ayahnya
            “Ah iya pa sendiri, terus di taman ketemu..” shuuka menhentikan kalimatnya.
“Ketemu..?” sota terlihat penasaran, sambil mengunyah makanan ia bertanya
            “Ketemu temen sekelas pa hehe” jawab shuuka.
“Ketemu aiko-chan atau airin-chan?” Tanya ibunya.
            “Hari ini kami gak kemana-mana kok tante, makanya pagi banget udah kesini” ucap aiko
“Mungkin teman shuuka yang lain tan, hehe” airin menambahkan
Semua baik-baik saja dengan jawaban Airin kecuali Oya, terlihat dari tatapannya ia bertanya ‘siapa itu’ pada shuuka dan shuuka merasa ngeri sendiri. Sarapan pagi itu terasa canggung bagi shuuka karena tatapan oya tadi, untuk mencari kegiatan shuuka mengambil handphone nya dan membuka twitternya, iseng melihat dan membaca timeline matanya tertarik pada suatu tweet yang memposting sebuah link, akun itu banyak memposting foto juga karena penasaran shuuka membukanya satu persatu. Orang yang ada difoto terlihat sangat senang, ia berpose dengan berbagai gaya, satu yang menjadi favorit shuuka saat orang itu tersenyum sambil mendengarkan music dengan headphone yang dipakainya. Deg… sama seperti tadi pagi saat shuuka melihat ken kenapa perasaannya sama dan apa hubungan nya ken juga orang yang ada difoto? Pikiran shuuka yang terasa bercabang kemana-mana terhenti saat aiko mengajak kekamarnya karena sarapan sudah selesai dan semua orang  pun beranjak masuk ke rumah.
“Jadi sekarang kita ngapain ya?” tanya airin
            “Gimana kalau ke toko buku, kita lama ga beli bacaan kan?” usul aiko

0 komentar:

Posting Komentar

 

Be your self~ Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting