Sudah lama semenjak Shuuka menyelesaikan bacaan
komiknya, sekarang ia sibuk membaca buku pelajaran yang menumpuk dikamarnya
sejak bulan lalu, ia sengaja mencari buku itu lebih dulu agar mudah membacanya
saat ulangan sudah didepan mata seperti sekarang. Haruna Shuuka, dia bukanlah
keturunan mata sipit ataupun campuran dari orang tau yang beda Negara. Ia dan
keluarganya adalah keluarga Indonesia tulen, mengenai namanya itu adalah
keputusan bersama orang tua nya yang sangat menyukai negeri sakura, Jepang.
Saking sukanya sang ibu menonton dorama jepang shuuka menurutnya menjadi mirip
seorang aktris jepang terkenal, sedangkan sang ayah sangat menyukai anime,
menurutnya walau anime sekarang sudah mengalami kemajuan dari segi format video
ia tidak akan melupakan anime pada masanya dulu. Shuuka memiliki seorang kaka
laki-laki, ia sering membayangkan kakanya itu menjadi anggota idol grup pasti
gadis Indonesia akan menggilainya mengingat kakanya itu memiliki wajah tirus,
senyum menawan dengan lesung pipit. Berapa kali pun shuuka berpikir ia tidak
akan mampu mengakui kelebihan kakanya itu saat mereka bercakap-cakap, satu yang
Ia benci dari kakanya adalah diluar rumah sok cool sedangkan dirumah ia berubah
menjadi kaka bawel yang sangat mengganggu adiknya. Keluarga shuuka hidup
bercukupan, namun kedua anaknya diajarkan agar suka menolong sesama,tidak
sombong dan dapat bergaul dengan siapa saja. Namun apa yang salah dari shuuka,
ia tidak sepopuler kakanya yang dikenal supel dan mudah bergaul walau sok cuek
sekalipun dilingkungan te tangga atau kampusnya, ia seperti memiliki magnet
agar semua orang mendekat padanya, shuuka tertawa geli melihat banyaknya gadis
yang mengaku menyukai kakanya itu, bahkan ada beberapa gadis disekolahnya yang
membuat fanclub disosial media untuk kakanya itu, shuuka bersyukur tidak ada
yang tau bahwa mereka kaka beradik kecuali 3 sahabatnya.
“Ohayo shuuka, genki deska?” Airin mengucapkan
sebait kalimat bahasa jepang
“OMG,
not good dear, rancu terdengarnya” sanggah Aiko
“Tolong jelaskan apa maksud kalimat airin tadi”
pinta Oya pada Shuuka
“Aaa
kurang lebih airin mengucapkan selamat pagi dan apa hari ini menyenangkan?
Maybe” jawab Shuuka.
“Shuu-chan, itu terdengar manis loh haha daripada
shuuka” ujar Airin
“Tapia
pa gak berlebihan ntar dibilang sok ke jepang-jepangan” jawab Shuuka
“Gimana kalo haru? Runa? Haruna aja gausah
disingkat” Tanya Oya
“Be
yourself aja ka, haha shuuka kita bisa panggil dia apa ajakan” ujar Aiko
“Okelah buat kalian panggil aja shuu-chan tapi kalo
ada kita ber empat aja kalo banyak orang panggil aja shuuka atau ka ya biar ga
aneh kedengarannya” pinta Shuuka.
“Sippdeh
ka hahaha, oiya gimana udah belajar buat
materi hari ini?” Tanya Aiko
“Udah kok ai, sampai komik langgananku ke pending
buat 2 minggu ke depan hiks padahal lagi seru-serunya” Shuuka mendesah
“kan
abis ulangan bisa lanjut ka haha emang lagi baca apa?” Tanya Airin
“Pasti romance, atau ga shojo manga” jawab Oya
“Wah
oya tau banget hehe emang kok tapi ini ceritanya tentang idol, ya skolah idol
yang murid cwe sama cwonya tuh digabung kebayangkan gimana rasanya? Apalagi
kalo kedua karakter utama jatuh cinta, sedangkan idol dilarang jauh buat
suka-sukaan apalagi ibaratnya mereka masih dalam masa latihan/karantina aduh gimana
kah 2 minggu ini ceritanya” Shuuka mulai terlihat depresi.
“Astaga lebih menyentuh dari dongeng yang ku baca
dulu” komen Aiko
“Kok..
beda kali komik sama dongeng astagaaaa” Shuuka menekankan.
“Tapi kok tumben cuman kita ber empat yang ‘ada
dikelas’ kalimat Airin membuat semuanya mengarahkan pandangan ke sekeliling
kelas dan benar hanya ada mereka.
“Apa
kita salah jadwal?” Tanya Oya
“Gak, coba liat ke jendela, semua berkumpul di
lapangan ada pertandingan basket, dan shuu-chan disana ada sota-kun” kalimat
Aiko membuat shuuka terpaksa mendekati jendela”
“Astaga
ngapain orang itu datang ke sekolah dan tanding basket? Lalu atinya spanduk
dukungan? Apa mereka pikir ini dorama buzzer beat astaga” Shuuka semakin kesal
dan segera menuju lapangan.
Ternyata
memang ada acara pertandingan olahraga yang rutin diadakan setiap tahunnya
diskolah, pertandingan antara tim baket sekolah dengan tim basket kampus, dan
kenapa shuuka tidak tau? Itulah shuuka tidak terlalu peduli kecuali
teman-temannya yang member tau. Shuuka tercengang hampir sebagian teman
sekelasnya yang wanita ada dilapangan membawa spanduk semangat untuk sota, ini
terlihat seperti fangirl yang menyaksikan idol nya tanding pikir shuuka. Saat
pertandingan berakhir tak sengaja pandangan shuuka dan sota bertemu, pria itu
melebarkan senyum dan lambaian kepadanya, jelas itu membuat risih shuuka karna
pandangan tajam gadis-gadis pemegang spanduk dibelakangnya tidak bersahabat. Ia
benci keadaan itu dan segera menghindar dengan mengambil langkah awal memutar badan
180 derajat, pandangan ke depan dan segara berjalan dengan meninggalkan
lapangan, tapi apa yang dilakukan sota? Pria itu berlari dari lapangan sambil
memanggil ‘shuu-chan’ dan segera menghampiri shuuka dan tepat berdiri
didepannya lalu memberikan sebuah benda kecil.
“Nani kore?” Tanya shuuka,ia sengaja memakai bahasa
jepang agar yang lain tidak paham.
“Flashdisk,
daijabou?” Tanya sota balik
“Jadi isinya apa? Honto..” desak Shuuka ia sudah
terlalu malas melihat pandangan suram itu.
“Buka
aja pasti kamu suka, kayanya ga sempat ngasih dirumah” jawaban sota membuat
shuuka kesal, kalimat yang mungkin disalah artikan oleh orang lain. Tanpa
menunggu ucapan sota lagi, ia segera meninggalkan lapangan dan menuju ke kelas.
Di rumah
“Kamu kenapa, marah? Emang ada apa? Ada yang salah?”
Tanya sota di meja makan, sang adik hanya diam dan terus makan.
“Biasanya
kalo didorama, adegan ini antara kaka beradik yang salah paham, siapa yang
ngambek?” ibu mereka bersuara.
“Yang
jelas bukan sota” kakak tampan itu menjawab.
“Bukan cuma didorama, dikehidupan nyata juga begitu”Ayah
mereka menimpali.
“Onii-chan
bisa ga jangan suka anggap kenal aku kalo diluar rumah” satu kalimat dari
shuuka yang membuat anggota keluarga lain terdiam.
“Memang ada apa shuu-chan? Apa banyak yang mengira
kalian itu pasangan?”
“Bisa
aja gitu kalo dia selalu muncul dan bersikap ramah menyapa shuuka”
“Oh iya tadi sota ada pertandingan basket disekolah
shuuka? Karna itukah adikmu merajuk?”
“Iya
pah, dia marah cuma karna aku menyapa dan memberikan flashdisk”
“Dengan kalimat, kalo gasempat ngasih dirumah,
sumpah itu bisa buat semua salah paham dan mikir macam-macam”
“Memangnya
apa isinya? Flashdisknya?”
“Isinya kesukaan shuuka, aku ngasih supaya dia ga
ketinggalan berita tapi malah diabaikan, sebuah pengorbanan mendownloadnya dan
aku ditolak saat memberikan pada adik ku yang menyebalkan ini, kesal karena
memiliki abang yang tampan”
“Sota..
sepertinya adikmu sudah mengerti” saat ibunya mengatakan itu semua baru
tersadar kalau shuuka sudah tidak ada dibangku nya.
Shuuka
memang kesal memiliki abang seperti sota, tapi ia sangat tau walau menyebalkan
sota selalu tau apa yang disuka oleh shukka, ia langsung mencari flashdisk yang
diberikan sota tadi yang sempat membuatnya harus berurusan dengan catrina cs. Tanpa
shuuka ketahui ternyata catrina juga menyukai.. ah bukan mengagumi, terlalu
dini meyakini catrina menyukai sota, apalagi siapa juga yang mau abangnya
jadian dengan si miss nyebelin, catrina. Memikirkannya saja sudah membuat
shuuka pusing. Dan setelah menggeledah isi tasnya, akhirnya shuuka menemukan
flashdisk disaku bajunya, memang random tapi shuuka tidak mau ambil pusing,
yang penting ketemu. Dengan santai ia membuka laptopnya lalu memeriksa apa isi
flashdisk itu, hanya ada satu folder dengan nama buka.
“Kenapa
harus dikasih nama itu tanpa disuruh pun pasti akan ku buka, hah ada folder
lagi dan namanya ciyee buka terus ayo coba lagi dan ah gasabaran nih ye dan
kasian deh belum beruntung, sekali lagi coba, jangan teriak. Ahhh frustasi
punya abang nyebelin dan jail, sekali lagi sabar shuuka. Satu folder dengan
judul abstrak yang tidak mau dipikirkan shuuka dan ada 5 file format video, apa
ini? Hah? Idol academy tapi bukannya ini cuma ada manga dan komiknya? Lalu sejak
kapan animenya rilis? Kenapa ga ada yang kasih tau… aaaa kenapa dan handphone
mana handphone ku, astaga.. aku lupa sudah 2 minggu sosmed gak aktif, kayanya
udah berdebu. Cuman digunain buat nunggu sms dan telfon dari orang terdekat,
aaa majide hontoni….”
Shuuka membuka browser dilaptopnya, sudah berapa
lama ia tidak bertanya apa-apa pada google atau menyapa siapa saja teman di
akun twitternya, tidak membagi cerita dipath, tidak berbagi pict di instagram
dan tidak mengobrol/sekedar menyapa di grup linenya.. shuuka merasa sudah gagap
internet bingung harus mulai dari apa dulu. Lalu ia memutuskan mencari tau
tentang idol academy, ia lupa padahal difacebook sudah join difanspage manga
itu.. setelah mengingat ia langsung membuka fb dan twitternya, mulai membaca
apa yang ada.. ternyata memang benar ada anime nya memang sedikit berbeda dengan
manga dan komik yang dibacanya, tapi cukup menyenangkan karna kazura lebih
terlihat nyata di mata shuuka, ia membuka tab twitter ada beberapa mentions,
dipenuhi dengan obrolan teman-temannya dan ada satu followers. Shuuka melihat
pemilk akun itu, seorang (otoko=pria) ah bukan otoko pikirnya cwo itu cukup
manis dan terlihat sedikit mirip kauzra, tokoh di idol academy yang sedang ia
ikuti. Itulah apa adanya shuuka. Ia menyukai anime dan music jepang, beberapa
tokusatsu jepang juga ia gemari terlebih dorama karna ibunya pencinta dorama
sudah sejak lama, bhkan tak jarang ibunya yang bertanya pada shuuka apa dorama
yang sedang tayang sekarang dan siapa saja pemainnya, selain menonton dan
membaca shuuka juga menyukai menulis terbukti dengan aktifnya ia ditwitter dan
blog, mungkin itulah kelebihan shuuka selain kecuek kan nya pada dunia sekitar,
berbeda dengan abangnya yang cool diluar rumah namun banyak yang ingin berteman
dengannya. Padahal kenyataannya shuuka termasuk pribadi yang ceria dan mudah
bergaul, hanya saja ia cuek pada lingkungan sekitar apa yang tidak berhubungan
dengannya tentu tidak akan ia hiraukan. Hal lain yang diimpikan shuuka, ia
ingin sekali saja menjadi seperti tokoh dalam dorama/anime yang ia tonton.. ada
pangeran yang datang & menyukainya. Seseorang yang diidamkannya, sesekali
ia mewujudkan itu pada cerpen yang ia post dipostingan blognya.


0 komentar:
Posting Komentar