Kamis, 05 Februari 2015

Jmovie -Silver Spoon (Gin no saji) live action 2014

Diposting oleh Vina Rizky di 16.04


Hachiken Yuugo (Nakajima Kento) memasuki semester pertamanya di SMK Ezo yang memusatkan jurusan peternakan dimana muridnya rata-rata memang memiliki peternakan dan setelah lulus akan melanjutkan usaha keluarganya itu, berbeda dengan Hachiken orangtua nya bekerja kantoran bahkan ia bersekolah di SMP favorit. Saat tiba memperkenalkan diri dikelas Hachiken teringat saat SMP ia tidak bisa menjawab salah satu soal, saat itu pula temannya bertanya dan ia tidak bisa membantu membuat Hachiken semakin frustasi, ia sudah berusaha keras tapi tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Dirumah, ia menunjukkan buku tentang SMK Ezo, ibunya menjelaskan bahwa guru diSMP hachiken yang merekomendasikan sekolah itu pada ayahnya, sang ayah terlihat kecewa dan mengatakan mengapa harus di smk peternakan sangat jauh dengan harapannya. Tapi Hachiken bersikeras ingin bersekolah disana.






Hachiken memperkenalkan diri,dimana asal SMPnya tapi untuk melalukan apa saat lulus nanti ia belum bisa menjawabnya. Saat istirahat ada ayam yang lepas dan hachiken terpaksa membantu saat kaka kelas menyuruhnya, ayam tadi malah masuk ke toilet wanita setelah itu ada siswi wanita yang membawakan ayam itu namanya Mikage Aki (Alice Hirose) disinilah awal perkenalan Hachiken dan Aki, ternyata Ichiro Komaba (Tomohiro Ichikawa) teman hachiken kenal dengan Aki karena mereka berada di SMP yang sama. Hachiken sempat pingsan melihat ayam yang tadi ia tangkap disembelih dihadapannya, komaba berkata karena ayam itu tidak bisa bertelur jadilah dipotong. Keesokan paginya hachiken yang belum terbiasa bangun pagi harus dibangunkan beberapa kali oleh teman sekamarnya, sebenarnya alasan Hachiken masuk sekolah itu agar keluar dari rumah dan berasrama disana. Di sekolah murid diajarkan membersihkan dan merawat hewan ternak, ada babi,ayam,sapi,kuda. Hachiken memberi nama seekor anak babi yang baru lahir dengan nama butadon, salah satu temannya mengatakan jangan melakukan hal spesial pada hewan ternak karena hasilnya akan sama hewan itu akan dimakan. Hachiken mulai dekat dengan Aki,bahkan ia memasuki ekskul yang sama yaitu menunggang kuda. Ternyata paman aki mempunyai kuda dan sering ikut lomba, jadi aki sudah akrab dengan kuda. Hachiken diajak aki menonton pacuan kuda, balapan ban’ei. Dimana kuda menarik kereta yang ada si penunggangnya, mereka tidak berdua juga ada Komaba.




Liburan musim panas dimulai karna hachiken tidak pulang kerumah Aki mengajak untuk menginap dirumahnya sekaligus meminta hachiken mengurus ternak dirumahnya. Selama disana hachiken membantu sebisanya walau banyak hal terjadi dan ia melakukan kesalahan, keluarga Aki memakluminya dan malah bersikap baik pada Hachiken, ia merasakan hangatnya sebuah keluarga disana. Karena usahanya hachiken diberikan gaji, sebenarnya ia sudah menolak tapi ayah Aki bilang itu hasil dari kerja kerasanya dan ia harus menerimanya. Singkat cerita, sekolah kembali masuk dan sudah waktunya butadon untuk dipotong, babi yang dari kecil dirawat Hachiken tentu ada perasaan sedih tapi itu sudahlah hachiken mencoba menerima dan ia mengatakan akan membeli daging butadon nanti. Saat menunggangi kuda, hachiken masih terlihat sedih dan aki menyemangatinya, esok harinya daging butadon sudah datang, ia membeli dengan uang hasil gajinya, kemudian minta ajari kakak kelasnya cara membuat daging asap. Hachiken memanggang disekolah dan membagikan daging butadon untuk semua yang ada disekolah, ada juga sumbangan sayur dan nasi dari jurusan pertanian, semua terlihat bahagia saat memasak bersama.


Hachiken menyadari hewan ternak memang untuk dimakan, dan ia merelakan butadon. Karena nasihat Aki juga akhirnya Hachiken mengirim paket ke rumah orangtuanya, mungkin itu daging butadon yang belum dimasak. Tapi kemana komaba? Hachiken mencari karena komaba pernah berkata akan memakan daging butadon juga. Ternyata komaba berhenti sekolah karena peternakannya disita, keluarganya belum bisa melunasi hutang, dan keluarga Aki sebagai penjamin juga merasa resah dengan hal itu, tapi Aki dia masih ingin sekolah dan berusaha. Hachiken memutuskan berkunjung kerumah Komaba dan membawakan daging butadon, ia juga menyuruh agar komaba datang ke festival sekolah karena ekskul penunggang kuda agar melalukan lomba ban’ei dan Aki yang akan ikut dengan kudanya yang bernama King. Hachiken yang meminta izin pada kepala sekolah dan guru, akhirnya hachiken dan juga anggota ekskulnya yang menyediakan tempatnya sendiri dilapangan mulai dari mencabut rumput,mengumpulkan tanah hingga sama persis dengan tempat pacuan kuda, ada saat aku terharu melihat saat siswa dari ekskul lain membantu Hachiken mereka mengatakan untuk membayar daging asap yang diberi oleh Hachiken

Selain SMK Ezo sendiri, lomba itu juga diikuti oleh sekolah lain. Semua mendukung Aki, tanpa ada yang menyadari kedua orangtua Hachiken datang, tapi sayang mereka gak ketemu disana padahal pengen liat gimana reaksi ayah nya liat Hachiken sekarang. Seperti harapan semua orang, Aki berhasil menang menjadi juara 1 dan semua itu berkat Hachiken menurut teman-temannya. Komaba pindah dan mulai mencari pekerjaan serta memulai lembaran baru dengan keluarganya setelah peternakan mereka disita. Smk ezo pun menerima murid baru, yang artinya murid seangkatan Hachiken sudah naik kelas dan akhirnya Aki pun rajin mengikuti lomba ban’ei walau sebelumnya harus melepas King yang dijual, aki menemukan semangatnya lagi karena dukungan hachiken,
seperti filosofi silver spoon (gin no saji) di Smk Ezo, sendok perak yang artinya menurut budaya barat, kalau bayi yang baru lahir diberi sendok perak maka ia tidak akan kelaparan.”Jika dapat makan walau dalam keadaan susah, maka keluarga petani dan peternak lahir membawa sendok perak”

Dan komaba datang pada pertandingan Aki hari itu, setelah sekian lama komaba akhirnya bertemu Hachiken lagi, yang awalnya tidak memiliki impian dan tujuan malah ia yang member semangat dan motivasi untuk semua orang. 



0 komentar:

Posting Komentar

 

Be your self~ Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting